Dimensi Sosial dari Ibadah

Makassar, muisulsel – Manusia diciptakan untuk beribadah dan di sisi lain manusia juga mahkluk sosial. Setiap dimensi sosial ada ibadah dan mungkin juga setiap dimensi ibadah ada sosialnya.

Kitab Suci Al Qur’an menjelaskan bahwa tugas utama manusia sebagai ciptaan Allah adalah beribadah kepada-Nya. Ini sesuaifirman Allah swt:

وماخلقتالجنوالانسالاليعبدون٦٥

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.(adz-Dzaariyaat/51: 56).

Dengan demikian, tugas ini harus diutamakan. Menurut kamus al-Mu‘jam al-Wasiith, pada kata ibadah terkandung makna ‘tunduk, patuh, dan merendahkan diri’. Kepatuhan ditunjukkan dengan melaksanakan ibadah.

Ini menunjuk pada ibadah dalam arti khusus, seperti salat. Ini mencakup pula ibadah dalam arti luas, seperti bekerja dan bertumpu pada hasil keringat sendiri yang halal.

Sejalan dengan kedudukan tersebut, al-Khaliq, AllahTa‘ala mengingatkan.

يايهاالناساعبدواربكمالّذيخلقكموالّذينمنقبّلكم

لعلكمتتقون١٢

Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (al-Baqarah/2:21)

Alasan yang terkait dengan perintah itu, yakni Allah Swt. Menciptakan manusia. Milik-Nya semua yang di ada di langit dan bumi. Ini mencakup apa dan siapa.

Itulah potongan khutbah tentang Dimensi Sosial dalam Ibadah. Untuk lebih lengkapnya dapat didownload di bawah ini.

Klik di sini
Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.