Hadir di MUI Makassar, Pengurus PRK MUI Sulsel Tawarkan Urus Akta Gratis

Makassar muisulsel.or.id – Pengurus Komisi Perempuan Remaja dan Anak (PRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Hj Masnawati Mappasawang SH M Kn menawarkan pengurusan akta secara gratis untuk rencana pembentukan koperasi syariah di Sulsel.

Hj Masnawati yang juga merupakan Ketua Bidang Diklat dan Tarbiyah Notaris Muslim Indonesia ini mengatakan untuk pembentukan akta yayasan pesantren atau berkaitan dengan masalah keumatan akan dilayani secara gratis.

“Tinggal dilengkapi berkas atau persyaratannya nanti kita akan buat akta notarisnya secara gratis, ” Katanya disela rapat konsolidasi PRK di Kantor Sekretariat MUI Kota Makassar pada Rabu (15/11/2023).

Hj Masnawati juga mengatakan pentingnya muamalah sesuai dengan syariat Islam misalnya menabung uang di Bank Syariah. “Bangga dan bersyukur bisa dilibatkan dalam kepengurusan PRK MUI, ” ungkapnya.

Menurut Hj Masnawati profesi sebagai notaris tidak menjadi penghalang untuk terus berkhidmat untuk umat,katanya yang juga sebagai ketua panitia Program Konsolidasi PRK MUI Sulsel.

Rencana pembentukan koperasi syariah diwacanakan oleh Ketua 1 MUI Makassar KH Abdul Muthalib saat membuka rapat konsolidasi PRK.

Menurut Abdul Muthalib koperasi syariah sangat penting didirikan untuk mengimbangi koperasi konvensional.

Turut hadir PRK MUI Sulsel, Dr Indo Santalia MA Dr dr Fitria Zainuddin M Kes dan Dr Hj Aisyah Arsyad MA.

Ketua komisi PRK MUI Sulsel Dr Indo Santalia MA tampil memberikan sambutan dan arahan tentang tugas dan fungsi PRK.Ia memaparkan program kerja PRK MU Sulsel. Ia juga menegaskan perlunya program edukasi tentang keluarga dan remaja.

Ia mengungkap, bahwa permasalahan yang dialami oleh anak anak dan perempuan di Sulsel memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Santalia membeberkan sejumlah kasus yang membelit anak, remaja dan orang tua sangat mengkhawatirkan.

Kasus-kasus tersebut antara lain, ada kasus orang tua buang anak, kekerasan seksual di lembaga pendidikan, kasus dua saudara kandung yang indekos bersama dan terlibat asmara bak suami istri, hingga perzinahan yang dipicu oleh aplikasi di media sosial.

Oleh karena itu, Santalia mengajak PRK MUI Makassar untuk intens melakukan penanganan kasus bersama-sama dengan pihak terkait. Tak kalah pentingnya adalah pengawasan dan keterlibatan para orang tua dan keluarga.

Turut hadir Ketua MUI Makassar, AGH Syekh Dr KH Baharuddin HS MA, Ketua I KH ABdul Mutthalib serta Bendahara HM Yunus HJ serta beberapa pengurus komisi PRK, Dra Hj Syukriah Ahmad (Ketua Komisi PRK MUI Makassar) dan pengurus PRK lainya.

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.