MUI-Menjawab

KESESATAN NUR MUTIARA MAKRIFATULLAH DI GOWA

MUI Menjawab

Makassar, muisulsel.com – Assalamu Alaikum ustadz. Mohon maaf sebelumnya. saya buka internet terkait adanya ajaran sesat yang dikeluarkan oleh MUI Tanah Datar (Sumatera Barat) maupun MUInya Malaysia tentang Bab Kesucian dipimpin oleh seorang ulama di Gowa dan kebetulan keluarga saya termasuk menjadi salah satu jamaahnya. Yang mengharamkan makan daging ikan dan susu. bahkan tidak lagi menjalankan salat lima waktu. terkait dengan hal tersebut mohon informasinya apakah ajaran tersebut seuatu yang menyimpan atau bagaimana? Nama pengajiannya Bab Kesucian. Yayasannya Nur Mutiara Makrifatullah. Pusatnya ada di Gowa. Nama pimpinannya Wayan Hadi Kusumo. Saya pernah berkirim surat juga ke MUI Gowa tapi belum ada klarifikasi dari MUI Gowa terkait aktifitas ajaran tersebut.

Oleh Warga 0821 9553 XXXX

JAWABAN

Terkait ajaran Bab Kesucian pada Yayasan Nur Mutiara Makrifatullan yang ditanyakan, maka sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kami ketengahkan terlebih dahulu kriteria ajaran sesat yang dikeluarkan oleh MUI, sebagaimana berikut ini:

  1. Mengingkari salah satu dari Rukun Iman yang enam dan Rukun Islam yang lima
  2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan Sunnah
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
  4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
  5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir
  6. Mengingkari kedudukan Hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
  7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul
  8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir
  9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke Baitullah, salat wajib tidak 5 waktu
  10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’I, seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya

Berdasarkan informasi saudara, maka ada beberapa hal yang menyebabkan Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang pusatnya di Gowa dapat dinyatakan sesat.

Pertama, kelompok ini mengharamkan yang telah dihalalkan oleh Allah SWT yakni daging ikan dan susu. Ini bertentangan dengan Hadis berikut

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فِي الْبَحْرِ: هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ، الْحِلُّ مَيْتَتُهُ.

Dari Abi Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda tentang laut, airnya bersih dan bangkainya (ikan) adalah halal.

Demikian pula susu kambing dan susu sapi. Rasulullah saw termasuk orang yang gemar meminum susu. Beliau juga menganjurkan para sahabat minum susu dari binatang ternak, seperti kambing, unta, dan sapi. Jadi melarang orang minum susu meyalahi sunnah Nabi, serta merusak kesehatan manusia.

Kedua, mengajarkan untuk tidak melaksanakan salat lima waktu. Ini sudah jelas bertentangan dengan syariat Islam yang termuat dalam Rukun Islam yakni Mengerjakan salat setelah bersyahadat. Menyalahi hal yang disepakati (ma’lum minaddin bidhorurah) adalah kekufuran, sudah jelas telah keluar dari Islam.

Atas poin-poin yang disebutkan di atas, maka aliran tersebut dianggap sesat.

Kantor Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah di Gowa yang pembangunannya juga dikeluhkan oleh warga setempat

Setelah kami mendapatkan informasi dari pesan yang anda kirim ke kami, Tim Media MUI Sulawesi Selatan melakukan crosscheck apakah betul Yayasan tersebut ada di Gowa. Ternyata, berdasarkan titik lokasi yang ada di google map, memang betul adanya sesuai dengan titik lokasi tersebut, dimana cukup dekat dengan Kampus UIN Alauddin Makassar dan kondisi jalan ke Yayasan tersebut cukup baik.

Dari informasi yang dihimpun tim media MUI Sulawesi Selatan dari masyarakat sekitarnya ternyata memang Yayasan tersebut saat ini sangat menutup diri dari masyarakat sekitarnya.

Pimpinan Yayasan yang anda maksud juga ternyata hanya pendatang dari Sumatera yang pernah masuk di salah satu aliran agama di Sulawesi Selatan dan menikah dengan warga Gowa yang mempunyai lahan yang saat ini dibangun sebagai pusat Yayasan tersebut.

Sesuai dengan info dari warga setempat, sewaktu masih belajar di Aliran tersebut, Bang Hadi masih sering bersilaturahmi dengan warga setempat. Tetapi, sewaktu mendirikan Yayasan tersebut, Bang Hadi telah menutup diri dengan warga sekitar.

Informasi terkait Bab Kesucian memang telah lama tersebar di sekitar Yayasan mulai dari buruh pekerja yang juga khawatir dengan kegiatan tersebut.

Camat yang baru saja dilantik di daerah tersebut telah mengetahui hal tersebut dan nantinya kami akan meminta kepada pihak pemerintah dan seluruh pihak terkait melakukan pembinaan.

Demikian pula kepada masyarakat dihimbau agar menjauhkah diri dari aliran yang bisa menyesatkan akidah terutama aliran seperti ini.

 

Related Articles

3 Comments

  1. ISLAM PALSU STANDAR GANDA YAHUDI

    Para orientalis Yahudi menggunakan cara2 untuk menyesatkan manusia. Sejak era nabi Musa as tiada, yg dilakukan adalah pemalsuan kitab Taurat. Pemalsuan kitab Injil setelah era nabi Isa. Inti dari pemalsuan kitab suci adalah pemurtadan akidah. Dengan mengarahkan manusia menjadi mujassim dan musyabbih. Selain itu ada juga pemalsuan di bidang hukum dan lainnya. Setelah Islam dibawa oleh nabi Muhammad Saw, pemalsuan kitab suci Al-Qur’an tidak bisa dilakukan karena Allah sendiri yang menjaminnya. Oleh karena itu yang dipalsukan pemahamannya. Di jaman sahabat sudah muncul aliran Syi’ah yang awalnya dibawa oleh Abdullah bin saba pendeta Yahudi. Ada berbagai celah pemalsuan kitab2 para ulama sejak jaman imam madzhab hidup yang digunakan kembali untuk menyesatkan manusia. Contoh pembelokan pemahaman dari pernyataan abu Hanifah yang diriwayatkan oleh muridnya, abu Muthi. Adanya riwayat palsu seperti dari Ad-Darimi Al mujassimah yg dijadikan hujjah, penerjemahan ayat-ayat mutasyabihat yang dimuhkamatkan seperti yang dilakukan Ibnul Hamid, abu ya’la dan azzaghuni di jaman Ibnul Jauzi, Serta di jaman Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, adzdzahabi, Ibnu Katsir yang mengarah ke akidah Yahudi mujassim dan musyabbih.
    Di awal abad ke 18, era dimulai ajaran Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab annajed pengikut ajaran Ibnu Taimiyah yang mujassim dan musyabbih. Muhammad bin Abdul Wahhab annajed adalah murid dari Mr HEMPHER orientalis Yahudi sejak tahun 1710 M dan dilanjutkan murid2nya & anak cucunya.
    Di abad ke 20 muncul Ayatullah Khomeini yang kembali mempopulerkan ajaran Syiah hingga kini diteruskan oleh anak cucunya dan pengikutnya. Muncul pula Utsaimin, bin baz, Al Bani, Muqbil yang mempopulerkan wahabi. Hingga era Fauzan bin Abdullah bin Fauzan. Di Indonesia banyak pula pengikut Wahabi, kajian sunnah palsu dll. Di bidang organisasi ataupun pergerakan di Indonesia banyak penggunaan nama salafi atau pun manhaj salaf padahal Wahabi. Organisasi2 sebagai kontrol pendidikan pemurtadan akidah Islam menjadi akidah Yahudi trilogi tauhid yang mujassim dan musyabbih Ibnu Taimiyah, pesantren dan perguruan2 tinggi Islam lain, bahkan telah menyusup masuk ke dalam tubuh Muhammadiyah, serta tidak menutup kemungkinan menyusup masuk ke cabang NU dsb. Mereka dengan mudah masuk karena menggunakan standar ganda. Membela agama Islam, mengatasnamakan dakwah Sunnah serta ikut membasmi TBC, tetapi mempunyai misi utama yakni pemurtadan akidah Islam menjadi akidah Yahudi mujassim dan musyabbih dan pengkafiran akidah Islam yang lurus yakni ALLAH MAUJUD BILAA MAKAAN, ALLAH ADA TANPA TEMPAT

    1. Intinya sesat. MUI bukan orang bodoh yang ambil keputusan asal”an perkara ginian. Mau dibagus”in bagaimanapun tetap yang busuk tetap busuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.