Kriteria Memilih Pemimpin: Kuat dan Terpercaya

Drs. K.H.Hasbuddin Halik, Lc., M.H.,

Makassar, muisulsel.or.id – Persoalan pemimpin dalam islam sangatlah selektif, sebab pemimpin dibutuhkan dalam masyarakat atau setiap komonitas bahkan dalam lingkup keluarga  atau yang lebih kecil dari keluarga sekalipun.

Itulah sebabnya Rasulullah Saw. memberikan petunjuk kepada kita tentang perlunya seorang pemimpin, sebagaimana Sabdanya dalam salah satu hadis riwayat Abi Daud dengan sanad Abi Sa’id dan Abi Hurairah r.a. :

قال النبي صلي الله عليه وسلم : اذا خرج ثلاثة في سفر فليؤمروا احدهم

Terjemahnya : Bila ada tiga orang bepergian, hendaklah mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya. (HR. Abu Daud).

Petunjuk Rasulullah di atas, mengisyaratkan bahwa kepemimpinan adalah penting dalam sebuah aktifitas bersama. Dalam pejelasan ulama kita Ibnu Thaimiyah, Nabi Saw mewajibkan seorang memerintah dalam aktifitas tim kecil, tidak terkecuali dalam perjalanan tiga orang saja dibutuhkan seorang pemimpin, bahwa perintah Nabi saw. tersebut,  tentu lebih relevan apabila diterapkan kepada semua konteks komonitas yang lebih besar. Mulai dari tingkat rukun tentangga (RT), rukun warga (RW), desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga negara.

Juga ada bentuk-bentuk aktivitas lainnya yang memerlukan pemimpin dalam kebersamaan . Hadirnya pemimpin membuat kerumunan massa menjadi jamaah yang terorganisasi: ada tujuan yang akan dicapai, pembagian peran, dan aturan yang ditegakkan bersama. Bisa dibayangkan seandainya sebuah wilayah dengan populasi yang banyak tanpa pemimpin. Tentu saja kekacauan akan ada di mana-mana karena kehidupan sosial tidak terkontrol, kejahatan tanpa sanksi, dan sumber daya alam tidak terkelola secara tertib.

Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dibawah ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.