Sekum MUI Sulsel Ajak Dakwah Secara Digital

Makassar, muisulsel.or.id – Dalam rangka konsolidasi Fatwa, Sekretaris umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof KH Muammar Bakry, mengajak kepada seluruh peserta untuk berdakwah secara digital.

Hal itu disampaikan olehnya di sela-sela konsolidasi yang dirangkai dengan pelatihan Fatwa kepada seluruh MUI Kabupaten Kota se Sulawesi Selatan di hotel Amaris, Jalan AP. Petarani, Makassar, 13 Oktober 2023.

Muammar Bakry mengatakan agar seluruh MUI memasifkan dakwahnya melalui sosial media. Akses Internet saat ini telah sampai ke daerah-daerah, sehingga sangat baik jika para ulama memanfaatkan jejaring sosial dalam berdakwah.

“Memiliki kantor itu memang penting. Namun, tak kalah pentingnya jika kita berkantor secara digital. Oleh karena kantor digital ini sebagai upaya dalam menjawab segala problematika masyarakat secara langsung dan mudah,” tandas imam besar masjid Almarkaz Makassar ini.

Sang rektor pun melanjutkan, bahwa saat ini Lembaga yang dinaunginya telah merilis lebih dari seribu informasi berita, dan juga fatwa-fatwa yang dikeluarkan setelah melakukan beberapa kunjungan ke daerah sebagai jawaban hukum dari pertanyaan-pertanyaan masyarakat.

“Antara lain Fatwa yang telah terbit yakni Fatwa haramnya memberikan uang kepada pengemis, bahkan Fatwa ini dilirik oleh media luar negeri seperti CNN yang mengangkat tema ini padahal Indonesia sangat dikenal sebagai negara yang dermawan,” tukas Ketua FKPT Sulsel ini.

Fatwa lain yang telah diterbitkan adalah Fatwa misteri box yang cukup meresahkan, dan hal ini masyarakat telah mengadukan status hukumnya ke MUI sehingga di rilislah fatwanya.

“Kita pun tak boleh asal-asalan mengeluarkan fatwa. Sebab Fatwa itu dikeluarkan apabila dibutuhkan, dan yang membut8hkan Fatwa tersebut biasanya mendatangi kantor atau mereka bertanya melalui media MUI,” tandasnya.

Muammar Bakry mengungkapkan Fatwa lain yang telah terbit adalah terkait uang panai, yang isinya meminta kepada masyarakat agar persyaratan uang panai sebagai budaya ini tidaklah terlalu dibatasi namun, juga tidak terlalu dilonggarkan.

Selain dari Fatwa tersebut, MUI juga telah merilis beberapa maklumat dalam menjawab pertanyaan masyarakat. Seperti maklumat busur panah dan tempat hiburan malam (THM) atas permintaan Kapolrestabes.

Muammar pun melalui konsolidasi Fatwa ini menyampaikan jika sekiranya masih ada lagi persoalan umat dan membutuhkan respon dari MUI agar segera di jawab. Jika MUI daerah bisa mengatasinya maka itu lebih baik.

Jika melirik hukum agama yang dikeluarkan oleh NU melalui Baslul Masya’ir dan Muhammadiyah dengan Majelis Tarjikhnya, maka Fatwa hukum yang dikeluarkan oleh MUI itu berada di posisi tengah antara NU dan Muhammadiyah.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kota yang ada di Sulawesi Selatan.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.