Salat Arbain Di Madinah Jadi Training Jemaah Haji Sebelum Pulang

Makkah, muisulsel.or.id – Puncak pelaksanaan haji telah selesai. Beberapa jemaah haji saat ini mulai kembali negara asalnya dan ada juga menuju kota Madinah dimana menjadi satu dari dua tanah haram yang memiliki keistimewaan yang luar biasa.

Jika kemuliaan Makkah atas permohonan Nabi Ibrahim as, maka kemuliaan Madinah yang dulu bernama Yatsrib karena permohonan Nabi Muhammad saw.

Begitu mulianya tempat ini, banyak riwayat yang menjelaskan fadilahnya, misalnya yang melakukan ibadah salat di Masjid Nabawi mendapat 1000 kali lipat kemuliaan. Bahkan pada riwayat lain dua kali lipat kemuliaannya dibanding Kota Makkah.

Di Madinah ada pahala umrah yg bisa diperoleh, misalnya yang salat sunat dua rakaat di Masjid Quba senilai pahala umrah.

Ada yang khas dilakukan jamaah terutama jamaah Indonesia yakni Arbain. Arbain artinya empat puluh, maksudnya empat puluh kali berjamaah tanpa terputus di Masjid Nabawi.

Beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa yang melaksanakan salat berjamaah di Masjid Nabawi selama empat puluh kali terbebas dari sifat kemunafikan, karena itu juga bisa terbebas dari api neraka.

Terlepas dari polemik ulama hadis menilai hadis tersebut tentang kesahihannya, namun kegiatan itu sendiri sesuatu yang baik dan tidak ada membantahnya. Paling tidak menjadi training bagi jamaah bahwa dengan melaksanakan Arbain, akan menjadi kebiasaan untuk dirutinkan berjemaah setelah kembali ke tanah air.

Sudah tidak nyaman jika salat tanpa berjamaah. Demikian yang disampaikan oleh Prof Muammar Bakry dalam tausiyahnya di hadapan jamaah Ananda Nurul Haramayn yang sementara hadir di Madinah mengikuti Program Arbain.

Selain itu, Hal yang menarik pemandangan yang terjadi di Masjid Nabawi. Di Masjid difasilitasi guru mengaji bagi jamaah siapa saja yg ingin memperbaiki bacaan alqurannya terutama Surah Alfatihah. Dalam bentuk halaqah, jamaah dituntun dalam membaca alfatihah. Ini penting sebab bacaan yang wajib dlm salat.

Dalam penjelasan tausiyahnya, Muammar juga menyampaikan bahwa salah satu hikmah Nabi dimakamkan di Kota Madinah sebagai magnet bagi jamaah untuk bisa berziarah di Kota ini sehingga bisa menikmati fasilitas fadilahnya.

Namun hal yg paling utama, lanjutnya Muammar, adalah berziarah kepada Rasulullah saw sebagai Rahmat seluruh alam, Rahmat Allah yang dititip kepada Nabi menjadi cahaya bagi seluruh alam, maka tidak ada ziarah yg paling di muka bumi ini kecuali menziarahi Nabi Muhammad saw.

Ananda Haramain di Madinah memiliki banyak agenda, mulai ziarah kepada Nabi dan beberapa sahanat, ziarah sekitar Madinah, Museum Madinah, Percerakan mushaf dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.