Makassar, muisulsel.or.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Dr KH Nadjamuddin AS, Lc MA, perkuat moderasi beragama sebagai pemateri pada kegiatan temu konsultasi paham keagamaan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan di hotel Claro, Makassar, pada hari Kamis tanggal 07 Maret hingga Sabtu tanggal 09 Maret 2024.
Dalam materinya, KH Nadjamuddin menjelaskan akan pentingnya memahami agama Islam. Ia mengatakan bahwa Islam itu bukan soal kepintaran dalam berbicara, tetapi yang dibutuhkan adalah kecerdasan dalam memahami Islam.

“Islam itu datang dengan penuh kedamaian dan tidak merusak tatanan yang sudah ada, oleh karenanya janganlah kita mempertentangkan antara agama dan budaya,” ulas guru besar kampus Unhas ini.
“Islam adalah agama yang damai, Islam tidak datang untuk merusak tatanan budaya yang ada pada masyarakat, oleh sebab itu Islam hadir tidak untuk merusak budaya lokal, akan tetapi ia mengislamisasikan budaya lokal,” lanjutnya.
Pria yang telah berusia lebih dari 73 tahun ini mengharapkan kepada para da’i dan muballig agar dalam dakwahnya tidak selalu menentang budaya lokal, akan tetapi berdakwalah dengan baik dan berkata yang bijaksana.
Muballig adalah penyeru dalam agama, maka seharusnya ia berkata kata yang baik pula, serta menyikapi perbedaan pendapat secara bijak. Bukan malah menyalahkan pendapat orang lain dengan kata-kata bid’ah dan lainnya.
Kegiatan temu konsultasi paham keagamaan Islam dan penanganan konflik ini dihadiri oleh berbagai ormas, baik dari NU, maupun perwakilan Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI).
Kontributor: Nur Abdal Patta
