FUTURE OF EDUCATION: Ketika Masa Depan Dibangun, Tetapi Guru Terlupakan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Refleksi Hari Pendidikan Nasional) Ada manusia yang begitu fasih berbicara tentang masa depan, tetapi gagap memahami akar pendidikan. Ada yang bersemangat merancang sistem yang canggih, tetapi abai terhadap jiwa-jiwa yang menghidupkannya. Dan ada pula yang sibuk membangun kecerdasan buatan, tetapi lupa memanusiakan manusia yang selama ini membentuk kecerdasan…

Baca Selengkapnya

MEMPOLISIKAN JK: Upaya Hukum Salah Alamat

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Ketika Kebenaran Dipotong, dan Pemadam Konflik Tertuduh) Ada saat di mana kejernihan berpikir kalah oleh kecepatan menilai. Ada ruang di mana kesabaran memahami digantikan oleh keberanian menghakimi. Dan ada zaman ketika persepsi lebih cepat dibangun daripada kebenaran dicari. Kini, kata-kata tak lagi berjalan sebagai pesan yang utuh dan…

Baca Selengkapnya

ENVY & MALICE: Dendam yang Dipoles Logika, Iri yang Dibungkus Dalil

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada manusia yang lisannya tampak tenang, tetapi batinnya penuh gelombang. Ia berbicara seolah membawa kebenaran, namun di balik itu tersimpan hasrat untuk diakui, keinginan untuk menang, dan dorongan halus untuk menjatuhkan. Ia cepat menilai, mudah menuduh, dan gemar berpolemik, bukan untuk mencari kebenaran, tetapi untuk menegaskan eksistensinya. Ada…

Baca Selengkapnya

PERANG ISRAEL vs IRAN; UJIAN MODERASI BER-ISLAM

Muammar Bakry (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Konflik yang terjadi di Timur Tengah dipicu oleh politik penjajahan yang dilakukan Zionis Israel dengan mengeksploitasi penguasaan wilayah melalui strategi taktik militer, aliansi diplomatik, dan penguasaan teritorial yang terus diperluas. Israel terus melakukan penjajahan kepada Bangsa Palestina dengan pendudukan wilayah, perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat, dan blokade…

Baca Selengkapnya

SINDROM AVARICE: Ketika Nafsu Menjadi Tuhan, Persaudaraan Kehilangan Makna

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada satu penyakit yang tidak tampak di wajah, tetapi menggerogoti jiwa hingga ke akarnya. Ia tidak berisik, tetapi menghancurkan dalam diam. Ia bukan sekadar keinginan memiliki, tetapi hasrat untuk menguasai. Ia bukan sekadar kebutuhan, tetapi nafsu yang tak pernah mengenal kata “cukup”. Itulah *avarice*, yakni kerakusan yang menjelma…

Baca Selengkapnya

Kewajiban Mendahulukan Dalil atas Kebiasaan Sosial dalam Ibadah

KH. Syamsul Bahri Abdul Hamid (Sekertaris Komisi Fatwa MUI Sulsel ) Makassar, muisulsel.or.id – Salah satu realitas metodologis yang sangat penting dalam tradisi keilmuan Islam adalah bahwa dalil syar‘i memiliki otoritas yang lebih tinggi daripada kebiasaan sosial (‘urf) dalam perkara ibadah. Prinsip tersebut merupakan fondasi dalam bangunan epistemologi hukum Islam, karena ibadah termasuk wilayah al-ta‘abbudī…

Baca Selengkapnya

Topeng Kebenaran & Fitnah yang Dirayakan: Ketika Ukhuwah Terkoyak oleh Ambisi dan Aib Dipertontonkan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada masa ketika saudara menjaga saudara bukan dengan sorotan, tetapi dengan keheningan yang penuh kehormatan. Ada masa ketika kesalahan ditutup rapat oleh cinta, dan kebenaran disampaikan dengan lembut tanpa melukai. Namun hari ini, kita menyaksikan sesuatu yang lebih menyakitkan daripada sekadar perbedaan: persaudaraan berubah menjadi panggung pertarungan, dan…

Baca Selengkapnya

Mengelola Khilafiyah: dari Ibadah Jama’i ke Fikih Bernegara

Fatmawati Hilal (Pengurus KPRK MUI Sulsel dan Guru Besar Fikih Siyasah UIN Alauddin Makassar) Makassar, muisulsel.or.id – Ramadan sebentar lagi akan beranjak meninggalkan kita. Hari-hari yang sarat keberkahan itu perlahan menjauh, menyisakan tanya : apakah kita benar-benar merindukan Ramadan yang akan datang, atau justru waktu yang diam-diam tengah merenggut jatah hidup kita di dunia yang…

Baca Selengkapnya

RAMADHAN & EMPOWERMENT: Saat Jiwa Dikuatkan & Hidup Ditemukan Kembali

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada saatnya manusia merasa lelah, bukan karena kekurangan harta, tetapi karena kehilangan arah. Ada kalanya seseorang tampak kuat di luar, namun sesungguhnya rapuh di dalam. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa makna, berlari tanpa tahu ke mana tujuan akhirnya….

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.