Mungkin Bukan Dia Yang Hilang, Tapi kita Yang Diselamatkan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada saatnya kita begitu mencintai seseorang, memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh, menyebut namanya dalam setiap doa, tetapi akhirnya harus menerima kenyataan: dia bukan bagian dari takdir yang Allah pilihkan untuk kita. Sakit? Tentu…..Sebab kita sering mengira, jika cinta sudah tulus, perjuangan sudah maksimal, dan doa sudah dipanjatkan setiap malam, maka…

Baca Selengkapnya

JANGAN TAKUT BERJALAN PELAN: Jangan Berhenti Melangkah Menuju Kebaikan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada masa ketika kita merasa tertinggal. Melihat orang lain sudah jauh melangkah, sementara kita masih sibuk menata kepingan hidup. Ada yang kariernya melesat, ada yang telah sampai pada tujuan, sementara kita masih berjalan di jalan yang panjang dan melelahkan. Pada saat seperti itu, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa hidup…

Baca Selengkapnya

Teruslah Menjadi Matahari: Jangan Hanya Hidup, Hadirkan Kehidupan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada manusia yang sekadar hidup, tetapi ada manusia yang menghidupkan. Kehadirannya mungkin sederhana, tetapi membuat sesuatu menjadi lebih terang, lebih tenang, dan lebih baik. Ketika ia pergi, ada manfaat yang tetap tinggal. Maka pertanyaan terpenting bukan hanya berapa lama kita hidup, tetapi untuk apa hidup kita digunakan? Di…

Baca Selengkapnya

Jangan Lelah Menjadi Baik Hanya Karena Mereka Belum Berubah

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada saatnya kita lelah berbuat baik. Bukan karena kebaikan itu berat, tetapi karena kita terlalu lama menunggu orang lain berubah. Kita sudah menasihati, memberi contoh, bersabar, bahkan mendoakan. Namun, mereka tetap dengan pilihannya. Lalu diam-diam kita bertanya, “Apakah saya gagal dan semua yang kulakukan sia-sia?” Di sinilah kita…

Baca Selengkapnya

SIAPA MENANAM, DIA MENUAI: Jangan Menggali Lubang untuk Orang Lain

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيهَا “Barang siapa menggali lubang, maka ia akan terperosok ke dalamnya.” Kalimat hikmah ini sederhana, tetapi menyimpan hukum kehidupan yang dalam: setiap perbuatan memiliki akibat. Manusia mungkin dapat menyembunyikan keburukan dari sesamanya, tetapi tidak dari Allah. Karena itu, Al-Qur’an mengingatkan: وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا…

Baca Selengkapnya

JANGAN PANIK: Tetap Tenang Ketika Ada yang Ingin Menjatuhkan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada kalanya seseorang tidak hanya menghadapi persoalan, tetapi juga menghadapi situasi yang sengaja dibangun untuk melemahkan dirinya: tuduhan, pencemaran nama baik, hoaks, stigma, framing negatif, opini yang dipelintir, bahkan tekanan melalui berbagai jalur. Dalam keadaan seperti itu, pesan pertama yang harus dipegang adalah sederhana: jangan panik. Kepanikan sering…

Baca Selengkapnya

JANGAN JADI EPISENTRUM KONFLIK, SAATNYA MENJADI PUSAT SOLUSI

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Refleksi Hari Kesadaran Nasional) Hari Kesadaran Nasional jangan berhenti sebagai seremoni. Ia semestinya menjadi momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah kehadiran kita menyelesaikan masalah atau justru memperbesar maslah? Sebab kesadaran bukan sekadar mengetahui yang benar dan salah, tetapi mampu mengelola perbedaan, dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan. Konflik…

Baca Selengkapnya

Jangan Jadikan Kesusahan Rakyat Sebagai Ladang Keuntungan

Chamdar Nur, Lc,.SH,. S.Pd. I,.M. Pd. (Anggota MUI Sul-Sel Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional) MAKASSAR – Nasihat untuk para pedagang, pengusaha, dan siapa pun yang menahan barang kebutuhan demi meraup keuntungan. Ada keuntungan yang mendatangkan keberkahan. Ada pula keuntungan yang menjadi sebab datangnya dosa. Ada rezeki yang sedikit, tetapi membawa ketenangan dan keselamatan…

Baca Selengkapnya

MANUSIA TOXIC: Mencari Panggung dengan Menjatuhkan Sesama

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Toxic berarti beracun. Dalam kehidupan sosial, manusia toxic adalah mereka yang kehadiran, ucapan, dan perilakunya justru meracuni suasana, dengan menebar kegaduhan, kecurigaan, kebencian, perpecahan, dan keretakan persaudaraan. Yang lebih berbahaya, manusia toxic sering bukan sekadar pembuat masalah, tetapi pencari panggung melalui masalah. Ia membesar-besarkan konflik, menyebarkan hoaks, mengadu…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.