Makassar, muisulsel.or.id – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof. Mustari Bosra, mengapresiasi pelaksanaan audiensi kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri yang berlangsung di Polrestabes Makassar, Senin, 13 April 2026.
Dalam pemaparannya, Prof. Mustari menegaskan bahwa MUI Sulsel sebagai mitra strategis pemerintah terus mendukung berbagai program nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, peran ulama tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga mencakup kontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat.
Ia juga mengungkapkan bahwa MUI Sulsel telah banyak berkontribusi melalui pendirian berbagai lembaga keumatan yang bertujuan memperkuat kapasitas dan kemandirian umat di berbagai sektor kehidupan.
Dalam audiensi PKDN Sespimti tersebut, Prof. Mustari turut mengisahkan keteladanan Nabi Yusuf AS saat mentakwilkan mimpi Raja Mesir. Nabi Yusuf menyarankan agar hasil panen disimpan bersama tangkainya sebagai cadangan pangan. Strategi tersebut terbukti mampu menyelamatkan Mesir dari ancaman kelaparan, sekaligus menjadi inspirasi dalam pengelolaan ketahanan pangan hingga saat ini.

Prof. Mustari juga menjelaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan saat ini gencar melaksanakan berbagai program yang mendorong solidaritas antarumat beragama. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah mendirikan forum kemanusiaan lintas agama sebagai wadah kolaborasi antar elemen keagamaan.
Ia mengungkapkan, pada Agustus 2026 mendatang direncanakan akan digelar kegiatan gerak jalan bersama Gubernur Sulawesi Selatan sebagai bagian dari penguatan kebersamaan dan persatuan lintas agama. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk dalam hal pendanaan forum kemanusiaan lintas agama.
Prof. Mustari berharap toleransi antarumat beragama di Sulawesi Selatan dapat terus terjaga dengan baik melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh unsur keagamaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi dan tokoh-tokoh lintas agama guna memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
*Irfan Suba Raya*
