MUI Sulsel Turut Bantu Penanganan Korban Banjir dan Longsor

Luwu, muisulsel.or.id – Hujan yang melanda di Kabupaten Luwu selama dua hari terakhir telah menyebabkan banjir yang cukup besar. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan tak tinggal diam. Melalui Komisi Pelayanan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana turun tangan memberikan bantuan untuk penanganan bencana korban Banjir dan Longsor

Sebagaimana kita ketahui melalui media pemberitaan dan masyarakat bahwa daerah Kabupaten Luwu saat ini sedang dilanda banjir dan tanah longsor yang menyebabkan tenggelamnya beberapa kecamatan yang ada di Luwu.

Hal ini pun berimbas pada arus lalu lintas yang terhenti selama beberapa jam karena kendaraan baik roda empat maupun roda dua tak bisa melintas karena tingginya air di permukaan jalan.

MUI Sulsel melalui Ketua Komisi Yankes Ardadi, SFarm MKes, yang secara langsung turun memberikan bantuan penanganan terhadap korban bencana banjir menyampaikan bahwa dirinya bersama rombongan lainnya telah berada di lokasi kejadian, dan sedang memberikan pelayanan kesehatan.

Menurut sumber data yang diberikan oleh Ardadi saat tiba di lokasi bencana mengatakan bahwa pihak pemerintah Kabupaten Luwu telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada pemerintah provinsi atas nama pejabat Bupati Luwu di Belopa terkait laporan kejadian bencana banjir dan tanah longsor di daerah tersebut pada tanggal 3 Mei 2024 pukul 01.07 Wita.

Terdapat 13 kecamatan yang terkena bencana banjir, di antaranya adalah Kecamatan Suli, Kecamatan Suli Barat, Kecamatan Latimojong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kecamatan Ponrang, Kecamatan Bupon, Kecamatan Larompong, Kecamatan Larompong Selatan, Kecamatan Bajo, Kecamatan Bajo Barat, Kecamatan Kamanre, Kecamatan Belopa, dan Kecamatan Belopa Utara.

Hal itu disebabkan oleh intensitas hujan yang deras dan berlangsung lama yang menyebabkan meluapnya air dari beberapa sungai yang melintasi sejumlah kecamatan tersebut, dan menggenangi seluruh pemukiman jalan dan fasilitas pendidikan dan kesehatan persawahan dan perkebunan yang ada di wilayah Kabupaten Luwu, dengan tinggi air kurang lebih 1 hingga 3 meter.

Ardadi mengatakan pula bahwa terdapat korban jiwa atas peristiwa itu. Sedikitnya terdapat enam orang yang meninggal dan satu orang yang dinyatakan hilang. Sedangkan kerusakannya yakni 6 unit rumah.

Bencana banjir ini memberikan dampak terhadap masyarakat, seperti rumah warga, perkebunan warga, persawahan warga, dan adapun fasilitas seperti jalan Dusun jalan jembatan dan fasilitas kesehatan dan pendidikan serta kendaraan roda dua dan roda empat.

Data-data tersebut Komisi Yankes mendapatkannya melalui PUSDALOPS-PB BPBD KABUPATEN LUWU SULAWESI SELATAN.

Komisi Yankes MUI Sulsel pun menyampaikan jika masyarakat hendak menyalurkan bantuannya, dapat menghubungi nomor kontak darurat Emergency Call Centre 1×24 jam 081242040888 (Bidang Kedaruratan dan Logistik) dan 085341880491 (Unit Pusdalops-PB).

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.