Gowa, muisulsel.or.id – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, kembali menghadirkan ruang diskusi segar dan bermakna lewat kegiatan “Rembuk Merah Putih” yang digelar di gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Kamis, 24 Juli 2025.
Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris FKPT Sulsel, Ilham Surono Arif, ST, M.Ak, dan dihadiri oleh Kepala Sekretariat dan media MUI Sulsel bersama staf, ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, jurnalis, ormas Islam termasuk Pemuda MUI Sulawesi Selatan, hingga tokoh kampus.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis dan Cinta Tanah Air”, forum ini turut disaksikan oleh Staf Ahli BNPT RI, Prof Dr H Suaib Tahir, Lc MA.

Dalam sambutannya, Ilham Surono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan BNPT dan FKPT yang bertujuan membuka wawasan generasi muda agar tidak terpapar ideologi dan paham radikal terorisme. “Kita ingin para peserta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Sekarang ini, tren konten terorisme di media sosial sudah banyak mengalami pergeseran yang di dominasi oleh anak muda dan kalangan milenial,” ungkap Ilham.
Ia juga mengingatkan hasil penelitian dari UIN Jakarta yang menyebutkan sekitar 30 persen mahasiswa di Indonesia masih memiliki sifat intoleran. Pasalnya, rata-rata mahasiswa saat ini kebanyakan melakukan aktivitasnya di dalam lingkup kampus saja, bahkan di tempat ibadah dalam kampus juga. “Ini jadi PR besar buat kita semua, termasuk para pimpinan kampus. Jangan sampai ruang-ruang kampus yang seharusnya produktif malah dimanfaatkan kelompok radikal dan bahkan mengajak mahasiswa agar terang-terangan mendukung dan mengkampanyekan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh teroris,” tegasnya.
Ilham berharap kegiatan ini bisa mendorong kampus dan masyarakat untuk lebih waspada serta mempersempit ruang gerak ideologi radikal. “Harapan kami, para peserta bisa menjadi garda depan dalam menyebarkan nilai toleransi dan menolak kekerasan,” tutupnya.
Acara ini juga menghadirkan dua narasumber inspiratif: Dr H Safrillah, M.Si dari Balai Litbang Kemenag Makassar yang membahas moderasi beragama dan keterkaitanya dengan penanggulangan teroris, dan Willy Pramudya, jurnalis senior yang memaparkan pentingnya membangun narasi damai di ruang publik.
Kontributor: Nur Abdal Patta
