Makassar, muisulsel.or.id – Suasana hangat penuh persaudaraan menyelimuti Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Nuri Makassar, saat Silaturahim Lintas Agama digelar pada Ahad, 16 November 2025. Acara ini dihadiri berbagai tokoh lintas agama, pimpinan ormas Islam, jajaran Kanwil Kemenag Sulsel, serta Ketua FKUB Sulsel Prof. Dr. KH Muammar Bakry. Hadir pula Ketua Umum MUI Sulsel, Gurutta Prof. Najmuddin, yang memimpin doa bersama.
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, yang hadir memberikan tausyiah utama, menyampaikan pesan-pesan menyejukkan terkait pentingnya kedewasaan beragama. Di hadapan ratusan peserta, beliau mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan.
“Tidak perlu kita sibuk memperdebatkan agama lain, apalagi mencari kesalahannya. Jika masih ada yang begitu, itu tandanya pemahamannya belum matang dan harus lebih banyak belajar,” tegas Gurutta Menteri.

Dalam wejangan selanjutnya, Menag kembali menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarumat di Sulawesi Selatan, yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan kerukunan yang cukup baik.
“Solidaritas ini harus terus diperkuat. Jangan sampai perbedaan justru memicu pertentangan hanya karena ketidaktahuan,” ujarnya memberi pengingat.
Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Ali Yafie, dalam sambutannya mengapresiasi capaian indeks kerukunan umat beragama di Sulsel yang berada di atas rata-rata nasional.
“Alhamdulillah indeks kerukunan kita sangat baik, lebih dari 70 persen. Ini prestasi masyarakat Sulsel, tetapi jangan sampai membuat kita terlena. Kita harus terus menjaganya,” jelasnya.
Acara berlangsung penuh kekeluargaan hingga ditutup dengan sesi foto bersama—momen yang selalu dinantikan di setiap akhir kegiatan. Silaturahim ini kembali menegaskan komitmen bersama untuk menjaga harmoni dan persaudaraan di tengah keberagaman Sulawesi Selatan.
Kontributor: Nur Abdal Patta
