Empat Delegasi MUI Sulsel Hadiri Munas XI MUI di Ancol

Jakarta, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan melalui empat delegasinya, menghadiri Musyawarah Nasional ke XI MUI pusat di hotel Mercure Ancol Jakarta, Kamis, 20 November 2025, yang dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Keempat delegasi MUI Sulsel tersebut antara lain Sekretaris Umum Prof Dr KH Muammar Bakry, Bendahara Umum Ir H Andi Thaswin Abdullah, Sekretaris Bidang Fatwa Dr KH Wahid Haddade, dan Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat Prof Dr M Arfin Hamid. Hadir pula Gurutta Dr KH Baharuddin HS, Ketua MUI Makassar, selaku perwakilan Ketua Umum MUI Sulsel.

Munas MUI merupakan forum permusyawaratan tertinggi yang digelar secara periodik untuk merumuskan arah kebijakan, memperkuat peran ulama serta memperkokoh kontribusi MUI bagi kehidupan umat dan bangsa. Monas ini juga menggunakan tema “Meneguhkan Peran Ulama Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat”.

Hal ini menegaskan bahwa pentingnya peran ulama dalam membimbing umat serta mengawal arah pembangunan nasional agar tetap sejalan dengan nilai keislaman kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang berkeadilan.

Gurutta Prof KH Nasaruddin Umar, selaku Menteri Agama dalam sambutannya mengatakan bahwa MUI sebagai institusi yang sangat penting di Indonesia. Iya juga mengatakan bahwa di zaman sekarang ada banyak tantangan yang dihadapi oleh ulama.

“Tantangan kita di masa depan, mungkin dahulu tidak sulit menjadi ulama karena merujuk Alquran dan hadis tapi di era saat ini sangat otoritatif jika tidak didukung oleh media dan politik bisa jadi sesuatu yang mutlak menjadi tidak mutlak,” kata gurutta menteri.

“Harapannya, semoga MUI lebih mengokohkan diri sebagai individu maupun organisasi, dan melahirkan keputusan yang paralel dan berkelanjutan. Mudah-mudahan Munas MUI kali ini melahirkan keputusan Brilian bukan cuma untuk Indonesia tapi juga internasional,” harapnya.

Ditempat yang sama, sekum MUI Sulsel Prof Muammar Bakri menyampaikan bahwa ulama tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu bidang ilmu saja. Tetapi kemampuan untuk merespon dinamika zaman membutuhkan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu termasuk akademisi dan praktisi yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat.

“Situasi masyarakat saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa-masa sebelumnya. Masalah-masalah yang muncul kini saling terhubung dan memerlukan pendekatan yang lebih luas serta komprehensif dari para ulama,” ungkapnya.

Ia pun melanjutkan perkataannya, kolaborasi tersebut sangatlah penting terutama dalam bidang ekonomi umat. Sinergi antara ulama, akademisi, dan para pelaku ekonomi dinilai dapat memperkuat kemandirian dan ketahanan masyarakat menghadapi perubahan.

Harapannya terhadap MUI Sulsel, KH Muammar Bakry mengharapkan partisipasi MUI Sulsel dalam Munas dapat memberikan kontribusi yang aktif dan positif. Menurutnya, MUI harus terus memainkan peran penting dalam memperkuat pondasi sosial dan ekonomi umat.

Lebih jauh dia mengatakan Dengan pemahaman yang lebih dalam terhadap kompleksitas ilmu, dirinya meyakini MUI mampu menjadi pilar utama dalam menjawab berbagai tantangan modern dan memberikan solusi yang relevan bagi masyarakat.

Munas MUI kali ini, mengangkat berbagai macam isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan kedaulatan bangsa menjadi titik fokus dalam pembahasan.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.