Sekum MUI Sulsel Kupas Wasathiyah di Bimtek Kemenag Pinrang

Pinrang, muisulsel.or.id — Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof Dr KH Muammar Bakry, tampil sebagai pemateri dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Jumat (5/12/2025). Di hadapan para pejabat dan staf Kemenag, ia mengupas tuntas makna konsep Wasathiyah dalam Islam yang kini menjadi salah satu fondasi penting moderasi beragama di Indonesia.

Bimtek bertema “Penguatan Moderasi Beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta bagi Tenaga Pendidik Lingkup Kemenag Pinrang” ini turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Pinrang, Dr H Muhammad Idris Usman, beserta jajarannya dan para kepala sekolah MTs, MI, dan para tenaga pendidik.

Dalam paparannya, KH Muammar Bakry menegaskan bahwa konsep Wasathiyah bukanlah istilah baru, tetapi telah melekat kuat dalam ajaran Alquran. “Allah menyebut manusia sebagai ummatan wasathan, yaitu umat yang bersikap moderat,” ujarnya. “Rasulullah adalah pilot project manusia yang berpenampilan wasathiyah. Karena itu, agama ini sudah moderat sejak awal, maka umatnya pun harus bersikap sama.”

Ia juga menjelaskan bahwa para ulama tafsir telah lama mengaitkan moderasi dengan posisi Islam yang berada di tengah-tengah antara dua ekstrem. “Dalam penafsiran surat Al-Fatihah, ada ulama yang mengatakan bahwa Islam berada di posisi tengah antara Yahudi dan Nasrani. Maknanya jelas: umat ini diarahkan untuk menghindari sikap berlebihan,” tuturnya.

Rektor kampus UIM ini melanjutkan bahwa sikap ekstrem dalam beragama biasanya muncul bukan karena ajaran agama, tetapi karena pemahaman yang belum matang. “Jika seseorang ekstrem, itu karena pengalaman dan pemahamannya terhadap agama masih kurang,” katanya.

Sebelumnya, Kakan Kemenag Pinrang, Dr H Muhammad Idris Usman, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dua pakar fikih dalam kegiatan tersebut. “Kami berharap materi yang disampaikan dapat membuka wawasan seluruh jajaran kami, termasuk para guru yang hadir,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias, menjadi ruang pencerahan bagi tenaga pendidik untuk memperkuat nilai-nilai moderasi dalam lingkungan pendidikan.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.