Dua Penyuluh Kemenag Parepare Catat Prestasi di Ajang Duta Syiar Ramadan MUI Sulsel

Makassar, muisulsel.or.id – Lomba Duta Syiar Ramadan yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan sejak Januari 2026 resmi berakhir dengan diumumkannya 10 besar peserta terbaik, Rabu (18/2/2026).

Kompetisi yang diikuti hampir 50 peserta ini menampilkan video kreativitas dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah menyambut bulan suci Ramadan. Pengumuman 10 besar dilakukan melalui kanal media sosial resmi MUI Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Instagram, TikTok, dan Facebook, serta diumumkan langsung di hadapan para nominator.

Adapun 10 peserta terbaik Duta Syiar Ramadan 2026 yaitu:

  • Afdila Maharani Fadil (92,5)
  • Syahrul Halik (92)
  • Megawati Cambridge (91,5)
  • Muh. Fadil (91)
  • Suthrisna (90,5)
  • Amatullah Adilah (90,3)
  • Ismail (90)
  • Naqiya Riatina (89,7)
  • Aulia (89,5)
  • PPM Al Fakhriyah Putri 2 (89)

Dari sepuluh nama tersebut, dua di antaranya merupakan penyuluh agama di bawah naungan Kementerian Agama Kota Parepare yang bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bacukiki Barat, yakni Ismail dan Suthrisna. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kemenag Parepare, sekaligus bukti eksistensi penyuluh agama dalam dakwah digital yang kreatif dan inspiratif.

Sertifikat dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Selatan, KH. Muammar Bakry. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta.

“Kami berterima kasih kepada seluruh peserta yang jumlahnya hampir 50 orang. Tentu tidak semua masuk 10 besar, namun semua video kreativitas telah menginspirasi dakwah-dakwah digital MUI Indonesia. Kami menilai semua peserta layak mendapatkan pengakuan sebagai inspirator,” ujar KH. Muammar.

Ia menambahkan, dasar penilaian utama dalam lomba video konten Duta Syiar Ramadan ini meliputi kekuatan pesan-pesan Islami serta teknik pengambilan dan pengemasan video.

“Yakinilah bahwa apa yang disampaikan melalui media digital MUI Sulawesi Selatan merupakan dakwah yang pastinya bernilai pahala sebagai wujud kecintaan kita menyambut bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

Keberhasilan dua penyuluh Kemenag Parepare menembus 10 besar diharapkan semakin memotivasi penyuluh agama lainnya untuk terus berinovasi dalam menyampaikan dakwah melalui media digital, sejalan dengan semangat transformasi layanan keagamaan di era teknologi. (Achy/Wn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.