BANTAENG, muisulsel.or.id – Kehadiran mantan Gubernur Sulawesi Selatan sekaligus mantan Bupati Bantaeng dua periode,Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr., memberikan warna tersendiri dalam acara Pelantikan dan Rapat Kerja MUI Bantaeng masa khidmat 2026-2030. Dalam testimoninya, tokoh yang akrab disapa NA ini menyampaikan rasa bangga dan harapan besar bagi kemajuan daerah melalui peran para ulama.
Pelantikan MUI Bantaeng dihadiri Dr KH Syamsul Bahri Abd Hamid sekaligus melantik Pengurus Daerah dan Komisi di Kantor Kearsipan Kota Bantaeng berlangsung hidmat dengan hadirnys selurus baru MUI dan pimpinan Forkopinda Bantaeng. Rabu, 13 Mei 2026
Nurdin Abdullah menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik. Beliau menilai bahwa komposisi kepengurusan MUI Bantaeng periode ini diisi oleh figur-figur yang memiliki kapasitas luar biasa di bidang agama.
”Tentu saya dengan bangga ingin menyampaikan selamat atas pelantikan dan rapat kerja pengurus MUI Kabupaten Bantaeng. Saya merasa bangga karena pengurus MUI ini adalah tokoh-tokoh agama yang mumpuni di Kabupaten Bantaeng,” ungkap Prof. Nurdin Abdullah.

Sebagai sosok yang pernah memimpin Bantaeng selama satu dekade (2008–2018), Nurdin Abdullah sangat memahami betapa pentingnya kolaborasi antara umara (pemerintah) dan ulama.Beliau menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari bagaimana amanah masyarakat dijalankan melalui sinergi yang harmonis.
”Saya berharap sinergi antara pemerintah dan MUI ini harus terus dibangun, agar Kabupaten Bantaeng betul-betul bisa menjalankan amanah masyarakat dengan baik,” tambahnya.
Testimoni dari Prof. Nurdin Abdullah ini seakan mempertegas visi “Bantaeng Religius” yang diusung oleh pengurus baru. Dukungan dari tokoh-tokoh senior seperti beliau diharapkan menjadi suntikan semangat bagi Dr. KM Hamzah Israel dan jajarannya untuk merealisasikan program-program kemaslahatan umat di Kabupaten Bantaeng.
Acara yang berlangsung di tengah antusiasme warga ini ditutup dengan pesan optimisme bahwa Bantaeng akan tetap menjadi daerah yang rukun, damai, dan religius di bawah bimbingan para ulama yang mumpuni.
Kontributor: FAB
