Duduk Bersama LPS III Makassar, Panitia Musda IX MUI Sulsel Ulas Sinergi Ekonomi Syariah,

MAKASSAR, muisulsel.or.id – Dalam rangka menyukseskan gelaran akbar Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Panitia Pelaksana (Organizing Committee) melakukan kunjungan audiensi dan silaturahmi ke Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Makassar pada Senin, 29 Juni 2026. Pertemuan strategis ini mempertemukan unsur pimpinan panitia Musda dengan jajaran petinggi LPS wilayah kerja Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) untuk membangun kolaborasi di sektor ekonomi keumatan.

Hadir langsung menerima kunjungan tersebut, Kepala Kantor Perwakilan LPS III Makassar, Bapak Fuad Zaen, didampingi oleh Deputi Kantor Perwakilan LPS III Makassar, Bapak Prayitno Amigoro, serta dua staf Kantor Perwakilan LPS III Makassar, yakni Ibu Hanifah Nur Laili dan Bapak Erwinsyah Negara. Sementara itu, delegasi Panitia Pelaksana Musda IX MUI Sulsel dipimpin langsung oleh Ketua Panitia, H. Baidillah Sahabuddin, S.E., M.Si., didampingi Wakil Ketua Ir. H. Ahmad Huzaen, M.M., Anggota Seksi Persidangan Abd Bashir Fatmal, S.Ag., M.Ag., Anggota Seksi Transportasi dan Penjemputan Mursaha, S.E., M.E., serta tim Humas dan Publikasi yang dikoordinatori oleh H. Muhammad Idris K, S.E. bersama anggotanya Fauzan Al Bash.

Dalam pertemuan hangat tersebut, H. Baidillah Sahabuddin menyampaikan kesiapan panitia mengenai pelaksanaan Musda IX MUI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu-Ahad, 22-23 Agustus 2026 di Hotel Four Points by Sheraton Makassar. Hajatan lima tahunan ini diperkirakan akan menyedot perhatian umat dengan kehadiran sekitar 500 hingga 600 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Selain agenda utama persidangan, panitia menginisiasi rangkaian kegiatan diskusi ilmiah pra-sidang dan secara khusus meminta kesediaan pihak LPS untuk hadir sebagai keynote speaker.

Gayung bersambut, Kepala Kantor Perwakilan LPS III Makassar, Bapak Fuad Zaen, menyambut baik undangan tersebut. Pihak LPS memaparkan sejumlah agenda krusial yang sejalan dengan visi MUI, terutama terkait dengan penguatan sinergi dan kolaborasi bagi warga lokal di wilayah Sulampua. Fokus utama LPS ke depan mencakup pendalaman implementasi ekonomi syariah di masyarakat, serta penjajakan kerja sama konkret dalam pengembangan jaringan metode dan program Klinik Bisnis Syariah. Secara khusus, pengelolaan Baitul Maal wat Tamwil (BMT)—lembaga keuangan mikro yang memiliki prinsip kerja mirip koperasi namun berbasis syariah—menjadi salah satu poin penting yang ikut didiskusikan guna memperkuat literasi keuangan syariah di tingkat akar rumput.

MUI Sulawesi Selatan sendiri juga memperkenalkan program Klinik Bisnis Syariah yang dicanangkan sebagai wadah pembinaan ekonomi umat. Melalui momentum silaturahmi dan pengajuan permohonan bantuan dana kegiatan ini, kedua belah pihak berharap jalinan kemitraan antara lembaga ulama dan otoritas penjamin simpanan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif di Sulawesi Selatan.

Kordinator: #FAB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.