Muhammad Sulfadli (Peserta PKU MUI Sulsel)
Makassar — Suasana haru mewarnai penutupan Program Pengkaderan Ulama (PKU) MUI Sulawesi Selatan Tahun 2026. Momen tersebut terasa semakin khidmat ketika Muhammad Sulfadli, salah seorang peserta PKU MUI Sulsel 2026, menyampaikan pesan dan kesan mewakili peserta angkatan tahun ini.
Dalam penyampaiannya, Sulfadli mengungkapkan bahwa PKU MUI Sulsel bukan sekadar ruang untuk menambah wawasan keilmuan, tetapi juga menjadi tempat untuk belajar memahami perbedaan, memperluas perspektif, serta mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi bagi umat.
Ia menekankan pentingnya melanjutkan semangat belajar setelah program berakhir, mengamalkan ilmu, serta menghadirkan diri sebagai bagian dari solusi dan pemersatu umat.
“Jangan sampai umat melihat para penuntut ilmu justru sibuk bertengkar dan saling menjatuhkan. Marilah kita menjadi penyejuk, menjadi jembatan, dan menjadi bagian dari solusi bagi umat,” ungkapnya dalam pesannya.
Di tengah penyampaian kesan, suasana tiba-tiba berubah menjadi hangat ketika Dr. K.H. Abdul Wahid Haddade, Lc., M.H.I. memberikan tepuk tangan. Tepuk tangan tersebut kemudian disambut oleh seluruh peserta, menciptakan suasana apresiatif dan penuh keakraban.
Momen yang paling mengharukan terjadi pada bagian penutup. Sulfadli menyampaikan permohonan maaf sekaligus ungkapan cinta kepada seluruh peserta dan guru karena Allah, seraya mendoakan agar ukhuwah yang terjalin dapat terus dipertahankan hingga kelak dikumpulkan bersama di Surga Firdaus al-A’la. Doa Rabbana taqabbal minna innaka antas-sami’ul ‘alim, wa tub ‘alaina innaka antat-tawwabur-rahim menutup penyampaiannya.

Suasana semakin haru ketika Prof. KH. Yusri, Lc., M.A. tampak meneteskan air mata. Doa yang disampaikan dengan penuh ketulusan tersebut seakan menjadi gambaran rasa cinta, ukhuwah, dan harapan yang tumbuh selama mengikuti rangkaian PKU MUI Sulsel.
Suasana semakin haru ketika Dr. KH. Yusri M Arsyad, Lc., M.A. tampak meneteskan air mata. Doa yang disampaikan dengan penuh ketulusan tersebut seakan menjadi gambaran rasa cinta, ukhuwah, dan harapan yang tumbuh selama mengikuti rangkaian PKU MUI Sulsel
Sejumlah peserta mengaku pesan dan kesan tersebut sangat mewakili perasaan mereka selama mengikuti program. Bahkan, beberapa peserta menyebut penyampaiannya terasa teduh, menyentuh, dan menggambarkan suasana batin peserta PKU MUI Sulsel.
Hal senada disampaikan sejumlah alumni PKU MUI Sulsel yang turut menjadi panitia. Mereka menilai penyampaian tersebut menjadi salah satu pesan dan kesan yang paling berkesan selama pelaksanaan PKU.
Bagi Sulfadli sendiri, kesempatan tersebut merupakan sebuah amanah yang disyukuri. Ia mengaku tidak merasa mampu sepenuhnya mewakili seluruh perasaan dan pengalaman para peserta, namun berusaha menyampaikan apa yang dirasakan bersama selama mengikuti program. Kesempatan tersebut sekaligus menjadi kebahagiaan tersendiri baginya karena dapat membawa nama baik almamaternya, IAI STIBA Makassar.
“Ini bukan tentang saya, tetapi tentang kita semua. Saya hanya berusaha menyampaikan apa yang kami rasakan bersama,” ujarnya.
