Pinrang, muisulsel.or.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pinrang, KH Masse Laibu, Lc, menegaskan bahwa ulama saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjalankan perannya di tengah umat.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII MUI Kabupaten Pinrang yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Sabtu, 10 Januari 2026.
Musda VII ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pinrang H. Sudirman Bungi, S.IP, M.Si, dan turut dihadiri Wakil Ketua Umum MUI Sulsel Prof Dr KH M Ghalib, MA, Kakan Kementerian Haji dsn Umrah H. Idris Muhammad, jajaran pengurus MUI Pinrang, serta puluhan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.
Dalam sambutannya, KH Masse Laibu mengungkapkan bahwa amanah yang diembannya saat ini bukanlah hal yang mudah. Ia menjelaskan bahwa posisinya sebagai Ketua MUI Pinrang hanyalah pelaksana tugas yang melanjutkan kepemimpinan setelah wafatnya ketua sebelumnya.

“MUI ini adalah tantangan besar, karena ulama merupakan pewaris para nabi. Tugasnya menjaga, membimbing, dan melayani umat, dan itu bukan perkara ringan,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh ormas Islam di Kabupaten Pinrang untuk saling menguatkan dan mengampanyekan nilai-nilai kebaikan secara bersama-sama.
Menurutnya, gerakan dakwah akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara kolektif. “Kalau kita berjalan sendiri-sendiri, hasilnya tentu tidak akan maksimal. Karena itu, semua organisasi perlu diberdayakan dan disinergikan,” kata KH Masse.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara sebagaimana tema Musda yang diusung.
Ia mengutip makna ayat Al-Qur’an tentang ketaatan kepada Allah, Rasul, dan ulil amri. “Agama ini ibarat tiang. Kepada siapa Allah menitipkan tiang itu agar tetap kokoh? Kepada ulil amri, karena merekalah yang memiliki kekuatan untuk menjaganya,” tuturnya.
KH Masse Laibu juga mengutip pesan seorang ulama yang menggambarkan pentingnya persatuan ulama dan umara. “Jika ulama dan umara bersatu, hidup di atas pundak bumi akan terasa menyenangkan. Namun jika tidak berjalan beriringan, hidup di perut bumi justru terasa lebih nyaman,” ucapnya.
Menutup sambutannya, ia berharap Musda VII MUI Pinrang dapat melahirkan pemimpin yang benar-benar diinginkan umat dan mampu menjadi jembatan penguat antara ulama dan pemerintah demi kemaslahatan bersama.
Kontributor: NAP
