Pinrang, muisulsel.or.id – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof Dr KH M Ghalib, MA, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kabupaten Pinrang yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Sabtu (10/1/2026).
Musda ini mengangkat tema “Ulama dan Umara Bersinergi Menuju Pinrang yang Religius, Sejahtera dan Berkelanjutan”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pinrang, jajaran pengurus MUI Kabupaten Pinrang, serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Musda menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan MUI Pinrang ke depan.
Dalam sambutannya, KH Muhammad Ghalib menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya Musda tersebut.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang lebih solid serta mampu menjawab tantangan umat yang semakin kompleks.
“Musda ini sangat strategis, karena umat ke depan menghadapi dinamika yang semakin besar. Dibutuhkan kepengurusan yang kuat, kompak, dan mampu memberi solusi,” ujarnya.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara.
Menurutnya, kedua unsur tersebut memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas kehidupan umat.
“Ulama dan umara adalah dua komponen strategis. Jika keduanya baik, maka umat akan baik. Sebaliknya, jika keduanya tidak berjalan dengan baik, maka umat juga akan terdampak,” tegasnya.
KH Muhammad Ghalib menambahkan, musyawarah sejatinya bertujuan untuk melahirkan solusi terbaik bagi umat.
Karena itu, ulama harus mampu memposisikan diri sebagai khadimul ummah (pelayan umat) sekaligus shadiqul hukumah (mitra pemerintah).
Ia berharap Musda ini mampu melahirkan figur pemimpin MUI Pinrang yang berintegritas, memiliki kapasitas keilmuan, serta mampu membangun komunikasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah demi kemaslahatan umat.
Musda VII MUI Kabupaten Pinrang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh perwakilan ormas Islam yang hadir, sebagai simbol persatuan dan komitmen bersama dalam menjaga ukhuwah serta membangun umat yang religius dan berdaya.
Kontributor: NAP
