Luwu, muisulsel.or.id – Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Ardadi S Farm M Kes terus memantau bencana banjir di beberapa daerah di Sulsel.
Hingga kini Ardadi masi berada di posko induk bencana di Kabupaten Luwu pada Selasa 7 Mei 2024 untuk melakukan pemantauan.
Berdasarkan laporan infografis kejadian bencana tercatat sampai dengan bulan Mei 2024 telah terjadi 62 kali kejadian bencana banjir dan tanah longsor yang menyebabkan 14 orang meninggal dan hilang.
Secara kumulatif sebanyak 56.088 orang menderita dan mengungsi akibat bencana yang telah mengakibatkan 31.059 rumah terdampak.
Banjir dan tanah longsor menjadi bencana dengan intensitas paling sering terjadi dan merupakan kejadian bencana yang paling banyak menelan korban dibandingkan bencana lainnya yaitu 14 korban jiwa.

Terdapat 13 kecamatan di Kab Luwu yang terkena bencana banjir, di antaranya adalah Kecamatan Suli, Kecamatan Suli Barat, Kecamatan Latimojong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kecamatan Ponrang, Kecamatan Bupon, Kecamatan Larompong, Kecamatan Larompong Selatan, Kecamatan Bajo, Kecamatan Bajo Barat, Kecamatan Kamanre, Kecamatan Belopa, dan Kecamatan Belopa Utara.
Hal itu disebabkan oleh intensitas hujan yang deras dan berlangsung lama yang menyebabkan meluapnya air dari beberapa sungai yang melintasi sejumlah kecamatan tersebut, dan menggenangi seluruh pemukiman jalan dan fasilitas pendidikan dan kesehatan persawahan dan perkebunan yang ada di wilayah Kabupaten Luwu, dengan tinggi air kurang lebih 1 hingga 3 meter.
Sebelumnya, intensitas hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan 6 kabupaten di Sulawesi Selatan dilanda banjir dan longsor sejak Jumat 3 Mei 2024. 6 kabupaten itu adalah Luwu, Enrekang, Sidrap, Wajo, Pinrang dan Sinjai.
Bencana banjir ini memberikan dampak terhadap masyarakat, seperti rumah warga, perkebunan warga, persawahan warga, dan adapun fasilitas seperti jalan Dusun jalan jembatan dan fasilitas kesehatan dan pendidikan serta kendaraan roda dua dan roda empat.
Irfan Suba Raya
