Makassar,muisulsel.or.id – Eksepsi terhadap terdakwa Zamroni terkait kasus dugaan penistaan agama diterima majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar.
Menanggapi putusan hakim tersebut, Kordinator Tim Kuasa hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Prof Zainuddin menyampaikan jika MUI sebagai pelindung dan penjaga umat berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini.
“Mengingat kasus ini mendapat atensi yang tinggi dari masyararakat, maka MUI meminta kepada aparat penegak hukum dalam hal ini jaksa penuntut
umum dan hakim pengadilan negeri makassar untuk tetap profesional dalam menjalankan tugasnya untuk menegakkan hukum dan keadilan,” tutur Zainuddin saat konferensi pers di Kantor MUI Sulsel Sabtu (15/6) siang.
Terkait kasus pidana terhadap terdakwa Zamroni. Zainuddin menyebutkan setelah berkoordinasi dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Makassar, maka laporan dakwaan terhadap Zamroni telah diperbaiki dan telah dimasukkan kembali ke pihak PN Makassar.
“Sehingga hakim pengadilan negeri makassar memerintahkan untuk menjemput saudara Zamroni dan melakukan penahanan,” tuturnya.
“Pantauan terakhir sudah ditahan kembali saudara Zamroni sebagai tahanan kejaksaan,” tambahnya.
Melihat upaya penindakan hukum dari pihak Kejari Makassar terkait penjemputan terdakwa Zamroni, Zainuddin menyampaikan apresiasinya.
“Kami mengapresiasi tindakan hukum yang diambil kejaksaan negeri makassar atas perintah pengadilan negeri untuk melakukan penahanan terhadap saudara Zamroni,”tuturnya
“Sehingga kami berharap agar pihak Kejari Makassar dan pengadilan Makassar untuk bertindak profesional dalam menjalankan tugas negara,” tuturnya.
Zainuddin juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang mengawal proses hukum kasus tersebut.
“MUI Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan Negeri Makassar dan Pengadilan Negeri
Makassar bekerja sesuai tupoksinya masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,”tutupnya.
Turut hadir Prof Dr KH Najamuddin Abd Safa Lc MA , Prof Dr KH Ruslan Wahab MA dan Dr Andi Arfan Sahabuddin SH MH
Irfan Suba Raya
