Bone, muisulsel.or.id – Dalam rangka menghadiri dan melantik Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone masa khidmat 2025–2030, Wakil Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan, Gurutta Prof Dr KH. M Ghalib, M.A, menyampaikan tiga hal utama kepada seluruh peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, ia mengangkat tiga hal utama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pasca hijrah ke Madinah, nilai-nilai ini menurutnya hingga saat ini masih sangat relevan diterapkan dalam konteks sosial keumatan.
Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Aula La Teya Riduni, Rumah Jabatan Bupati Bone, Rabu, 25 Juni 2025, dan dipimpin langsung oleh Gurutta Prof. Ghalib.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, yang juga memberikan sambutan dan arahannya, jajaran Forkopimda, pimpinan ormas Islam, stakeholder daerah, serta ratusan pengurus MUI Bone yang baru dilantik.
Mengawali sambutannya, Gurutta Prof. Ghalib menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus MUI Bone yang telah dikukuhkan. Ia mengingatkan bahwa MUI merupakan wadah musyawarah, tempat berhimpunnya para ulama, zuama, dan cendekiawan. Disamping itu MUI telah mendeklarasikan diri sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah).
“MUI bukan hanya menasihati, tapi juga harus mampu bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah dalam membina umat,” tegasnya.
Ia kemudian memaparkan tiga hal utama yang dilakukan Rasulullah SAW setelah melakukan hijrah ke Madinah. Yang pertama Rasulullah Saw membangun masjid sebagai tempat beribadah dan bersujud dan juga pusat berkumpulnya umat.
Hal kedua adalah mempersaudarakan antara kaum Muhajirin yang berhijrah dan kaum Ansar yang menolong, hal ini juga bermakna bahwa pentingnya membangun persaudaraan meski dalam perbedaan, termasuk terhadap perbedaan agama tetapi bersaudara sesama manusia.
“Inilah hal yang saat ini cukup lemah bagi kita umat Islam yang mayoritas. Padahal seharusnya kita walaupun mayoritas tetapi harus mendahulukan kualitas bukan kuantitas,” ujarnya lagi.
Hal ketiga yang dilakukan olehnya adalah menjalin kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat, sebagai wujud kolaborasi lintas sektor, yang juga menjadi prinsip penting bagi MUI dalam menjalin kemitraan hingga hari ini.
“Tiga hal inilah yang dilakukan oleh Rasulullah yang masih sangat relevan hingga saat ini,” ujar Gurutta Ghalib sebelum menutup sambutannya.
Prosesi ini juga ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan penyerahan bendera pataka sebagai simbol ceremonial.
Kontributor: Nur Abdal Patta
