Bone, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone telah resmi dilantik, susunan pengurus dan personalianya dapat dilihat pada link dan laman website MUI Sulsel.
Pembacaan surat keputusan (SK) pengurus MUI Kabupaten Bone dibacakan oleh Kepala sekretariat dan media MUI Sulsel H Rizkayadi Sjukri sesaat sebelum pengukuhan berlangsung di Aula La Teya Riduni, Rumah Jabatan Bupati Bone, Rabu 25 Juni 2025.
Prosesi pengukuhan pengurus dilakukan oleh Wakil Ketua Umum MUI Sulsel Gurutta Prof Dr KH M Ghalib, MA, dan dihadiri oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, S.Sos M.M.
Pada kesempatan itu, Bupati Bone memberikan arahan dan sambutannya di depan para pengurus. Terlebih dahulu Andi Asman Sulaiman memberikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru saja dilantik oleh MUI Sulsel. Ia pun bertekad untuk mengajak para pengurus MUI masuk ke setiap dinas dan badan hingga ke kecamatan yang ada di Kabupaten Bone.
“Insya Allah ke depan kita akan mengadakan roadshow bersama MUI dan OPD ke setiap Kecamatan untuk memberikan siraman rohani kepada masyarakat,” ujar Andi Asman Sulaiman.
Dirinya pun menginginkan agar sinergi antara MUI dan pemerintah lebih ditingkatkan lagi. “Saya yakin dengan doa para ulama, maka pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bone dapat mencapai daerah yang tenteram, sejahtera dan beriman,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua MUI Bone Gurutta Prof Dr KH Amir HM,usai dilantik mengatakan bahwa sejak awal dirinya sudah menginginkan agar prosesi pelantikan dapat dilaksanakan di rujab Bupati dan dihadiri langsung olehnya.
“Ulama dan umara memang harus selalu bersatu dan beriringan. MUI Bone harus mendukung seluruh program-program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kemaslahatan umat,” ujarnya saat membawakan sambutan.
Ia menerangkan bahwa menurut perkataan seorang ulama besar Imam Al-Gazali mengatakan bahwa sebuah negara akan runtuh apabila ulama dan umara’nya bersatu dan bersinergi. Tetapi sebaliknya apabila mereka berseberangan maka negara itu akan runtuh, ungkap Gurutta Amir.
Disisi lain, Waketum MUI Sulsel Gurutta Prof M Ghalib, dalam arahannya bahwa MUI adalah sebuah wadah musyawarah bagi para ulama, zuama, dan cendekiawan, dan ia adalah payung besar bagi seluruh umat.
“Ada tiga hal utama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW saat beliau berhijrah ke Madinah. Dan ketiga hal itu masih sangat relevan hingga saat ini,” katanya.
Guru besar kampus UINAM dan juga Ketua Forum Pembauran Kebangsaan itu memaparkan ketiga hal tersebut. Yang pertama katanya, Rasulullah Saw saat berhijrah langsung membangun masjid, sebab masjid adalah tempat untuk bersujud dan berkumpulnya umat.
Kedua sambungnya, Rasulullah mempersaudarakan umat Islam antara kaum Muhajirin dan kaum Ansar. Maknanya adalah meskipun di antara mereka berbeda-beda namun dipersaudarakan dalam agama. Hal inipun dapat dilakukan saat ini dengan yanpa melihat perbedaan setiap orang namun bersaudara sesama manusia.
Terakhir kata Gurutta M Ghalib, bahwa Rasulullah menjalin kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat di Madinah. Artinya MUI juga harus bisa menjalin kerja sama dan bersinergi dengan semua lini di masyarakat.
Acara ini disaksikan pula oleh forkopimda Kabupaten Bone, pimpinan ormas Islam, stakeholder, dan ratusan pengurus MUI kabupten Bone.

