Prof Dr KH Abustani Ilyas, MA (Ketua Bidang Dakwah MUI Sulsel)
Makassar, muisulsel.or.id – Akhlak adalah bagaimana kita berperilaku yang baik terhadap sesama umat manusia khususnya, sehingga hubungan kita dengan manusia lain itu bisa berjalan dengan menyenangkan, di mana terkadang kita membutuhkan bantuan dari orang lain dan begitu pun sebaliknya.
Memberikan bantuan kepada orang lain itu jauh lebih baik, sebagaimana dalil yang pernah disebutkan bahwa tangan yang di atas itu lebih baik dari tangan yang di bawah. Artinya bagi siapapun yang selalu berniat untuk menolong orang lain, maka Allah akan memberi kemampuan padanya untuk bisa membantu sekalipun perekonomiannya kurang mampu.
Tujuan pertama orang datang bertamu tiada lain untuk menyambung silaturahim. Ada beberapa contoh seseorang itu datang bertamu di rumah kita, misalnya dengan tujuan untuk menginap karena dia tidak ada tempat lain untuk menginap.
Nabi Muhammad Saw sangat memuliakan yang namanya tamu dan hal itu terwarisi kepada sahabatnya. Hingga suatu ketika Rasulullah kedatangan tamu dan di rumahnya tidak memiliki persiapan, maka Rasulullah mendatangi sahabat dan bertanya siapakah yang bersedia menjamu dan memberikan penginapan kepada tamunya tersebut, lalu sontak salah satu sahabat langsung menyanggupinya.
Sekalipun dirinya tidak memiliki persiapan apa-apa di rumah namun ia tetap memuliakan tamunya, hingga keesokan harinya turunlah ayat yang mengabadikan dirinya oleh karena asbab sahabat inilah wahyu itu turun kepada Rasulullah Saw yang membuat sahabat ini sangat senang dan bahagianya dengan akhlak yang dilakukannya.
Apa makna dibalik kisah ini, hal ini menjadi pelajaran bagi manusia adalah keikhlasan dan akhlaqul karimah yang diperlihatkan karena apapun kondisinya kita siap untuk menjamu tamu. Sebab belum tentu orang tersebut mau dan ikhlas menjamu tamu walaupun ia sendiri berkecukupan.
Kajian ini memberikan banyak pembelajaran, simak ulasan lengkapnya.
Kontributor: NAP
