Makassar, muisulsel.or.id – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) VII MUI Kota Parepare yang berlangsung di Aula BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Jalan Lasiming Lapadde, Sabtu (25/7/2026).
Musda mengusung tema “Mempererat Sinergi Ulama, Umara, dan Umat untuk Parepare yang Terbaik, Sejahtera, dan Maju”, sebagai wujud komitmen memperkuat kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis.
Dalam sambutannya, Prof. Muammar Bakry menegaskan bahwa MUI harus terus memainkan peran sebagai perekat persaudaraan dan penyejuk di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, MUI juga dituntut menghadirkan berbagai program inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
“Tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, diperlukan penguatan kaderisasi ulama, khususnya pada komisi-komisi strategis seperti Komisi Fatwa, Komisi Dakwah, dan bidang lainnya yang membutuhkan ulama dengan kompetensi keilmuan yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, regenerasi ulama harus menjadi perhatian bersama agar MUI tetap mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan keagamaan yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Parepare yang diwakili Sekretaris Daerah Parepare, Agussalim Amarun Hamka, S.STP., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kota Parepare untuk terus memperkuat kolaborasi dengan MUI dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kualitas akhlak masyarakat, serta kokohnya nilai toleransi dan persatuan.
“Kami berharap MUI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan pandangan keagamaan, menjaga persatuan umat, dan menghadirkan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua MUI Kota Parepare, Dr. H. Amin Iskandar, M.Ag., menyampaikan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat peran MUI sebagai rumah besar umat Islam.
Ia berharap hasil Musda mampu melahirkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang semakin memperkuat kontribusi MUI dalam membina umat, menjaga persatuan, serta menjawab tantangan kehidupan keagamaan di era modern.
Turut hadir Pengurus MUI Sulsel Prof.Dr.H.Andi Marjuni,M.Pd.I (Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi) dan Dr.H.Ahmad Husain M.Ag (Wakil Sekretaris Komisi Seni dan Budaya Islam).
*Irfan Suba Raya*
