MAKASSAR — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd Safa mendorong penguatan kerja sama dakwah dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, pendekatan dakwah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba, khususnya kepada generasi muda.
Ia berharap BNN Sulsel dapat membangun kolaborasi yang lebih konkret dengan MUI Sulsel melalui lembaga-lembaga yang memiliki fungsi edukasi dan dakwah.
MUI Sulsel, kata dia, memiliki Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) serta Lembaga Komite Dakwah Khusus yang dapat melibatkan para dai untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba melalui ceramah dan kegiatan keagamaan.
“Dai-dai nantinya dapat berperan aktif menyampaikan dakwah kepada masyarakat, termasuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan MUI Sulsel dengan BNN Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor MUI Sulsel, Jalan Emmy Saelan, Makassar, Senin (28/9/2026).
Prof. Najamuddin mengatakan, persoalan narkoba masih membutuhkan perhatian serius sehingga tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan penindakan. Peran ulama diperlukan untuk memperkuat edukasi berbasis agama di tengah masyarakat.
Ia juga menyoroti perlunya pembahasan mengenai penggunaan vape atau rokok elektronik, khususnya jika digunakan sebagai media memasukkan zat yang mengandung narkotika.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bidang Pemberantasan BNN Sulsel, Ardiyansah S.I.K.,MH menyampaikan bahwa perkembangan penggunaan liquid perlu mendapat perhatian karena produk tersebut berpotensi disalahgunakan sebagai media untuk mengonsumsi zat narkotika.
BNN juga berharap MUI dapat memberikan pandangan keagamaan mengenai persoalan tersebut. Namun, klaim mengenai persentase liquid yang mengandung narkotika perlu didukung hasil uji laboratorium dan sumber resmi sebelum dipublikasikan sebagai fakta.
Menurut BNN, dukungan tokoh agama dinilai penting untuk memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai risiko penyalahgunaan narkotika.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pengurus MUI Sulsel, Ganas Annar MUI Sulsel, serta jajaran pimpinan BNN Provinsi Sulawesi Selatan.
Irfan Suba Raya
