Hikmah Halaqah: Banyak Mendengar Ilmu, tetapi Apa yang Sudah Kita Ambil?

MAKASSAR — Membaca banyak kitab, mendengarkan ceramah, hingga mengikuti berbagai majelis ilmu belum tentu menjadikan seseorang benar-benar memahami hakikat ilmu. Sebab, ukuran keberhasilan menuntut ilmu bukan hanya seberapa banyak yang didengar, tetapi seberapa besar pelajaran yang mampu diambil dan diamalkan.

Pesan mendalam tersebut disampaikan Prof. Dr. KH. Ruslan Wahab, MA, Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, dalam kajian Hikmah Halaqah.

Menurutnya, mendengarkan banyak ilmu merupakan sesuatu yang baik. Namun, ada hal yang jauh lebih penting, yakni kemampuan seseorang mengambil manfaat dari apa yang disampaikan gurunya.

“Bukan mendengar yang banyak, tetapi mengambil dari guru sebanyak-banyaknya,” demikian pesan yang disampaikan Prof. Ruslan Wahab.

Ia menjelaskan, idealnya seorang penuntut ilmu mampu melakukan keduanya sekaligus, yakni banyak mendengar dan banyak mengambil pelajaran. Akan tetapi, apabila belum mampu melakukan keduanya, maka mengambil manfaat dari ilmu yang didengar harus menjadi perhatian utama.

Lantas, apa gunanya membaca seluruh kitab hadis jika tidak ada satu pun pelajaran yang benar-benar diambil?

Pertanyaan ini menjadi bahan renungan bagi siapa saja yang selama ini gemar mengikuti pengajian, membaca buku keislaman, atau mendengarkan ceramah para ulama.

Sebab, ilmu bukan sekadar kumpulan informasi yang memenuhi ingatan. Ilmu seharusnya menjadi jalan untuk memperbaiki cara berpikir, membentuk akhlak, serta membimbing seseorang dalam mengambil keputusan dan menjalani kehidupan.

Seseorang mungkin mampu mengutip banyak dalil dan menjelaskan berbagai persoalan agama. Namun, pengetahuan tersebut perlu tercermin dalam perilaku, sikap rendah hati, serta kesungguhannya menjalankan kebaikan.

Pesan Prof. Ruslan Wahab juga mengingatkan pentingnya hubungan antara guru dan murid dalam proses menuntut ilmu. Seorang murid tidak cukup hanya hadir dan mendengarkan, tetapi perlu menyimak dengan sungguh-sungguh, memahami pesan, serta mengambil hikmah dari setiap pelajaran.

Mengapa mengambil pelajaran justru lebih penting daripada sekadar banyak mendengar? Apa yang seharusnya dilakukan seorang penuntut ilmu agar pengetahuannya benar-benar membawa manfaat?

Simak penjelasan lengkap Prof. Dr. KH. Ruslan Wahab, MA, melalui video Hikmah Halaqah. Saksikan videonya melalui tautan yang tersedia dan temukan pesan penting yang dapat menjadi bekal dalam perjalanan menuntut ilmu.

*Irfan Suba Raya *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.