Wajo, muisulsel.com – Usai bertemu dengan Bupati Wajo dalam membahas masalah yang hangat di masyarakat Wajo, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wajo melanjutkan kunjungannya ke Kantor Polisi Resor Kabupatan Wajo. Rabu (07/09/2022)
Kapolres Wajo AKBP Fachtur Rahman, SH, MH langsung menerima rombongan alim ulama MUI Wajo yang dipimpin oleh Ketua MUI Wajo AG. Dr. KH. M. Yunus Pasanreseng Andi Padi, S.Ag yang didampingi oleh Ketua Komisi Infokom Rukman Nawawi, Bendahara Erwing Sinring S.Ag. M.Pd.I. dan komisi dakwah Hadrawi A.Ag M.Pdi.
“Kami datang ke sini untuk dapat bersilaturami dengan bapak Kapolres guna membahas beberapa masalah yang hangat muncul di kabupaten Wajo ini,” ungkap KH. Yunus Pasanreseng. Keamanan dan kenyamanan Masyarakat dalam melaksanakan perintah agamanya menjadi konsen kami dalam pertemuan dengan Kapolres sebagai salah satu instansi yang bertanggung jawab soal keamanan masyarakat khususnya di kabupaten Wajo.
Adanya kegiatan LGBT yang juga memasang lambang kabupaten Wajo yang tanpa izin tanpa izin pemerintah lewat Bupati. Dengan adanya Lambang Kabupaten di spanduk kegiatan tersebut seolah-olah pemerintah mengizinkan kegiatan yang sangat tidak sesuai dengan agama tersebut.
Tambahnya, kami datang juga membahas beberapa perihal diantaranya kenaikan BBM, keberadaan rumah bernyanyi, Narkoba, perjudian online sampai pada pencurian ternak yang meresahkan para petani dan peternak.
Kapolres Wajo AKBP Fachtur Rahman menyambut baik kedatangan para Alim Ulama Wajo untuk bisa sharing informasi yang ada di masyarakat sehingga dapat bersama-sama mengatasi dan mencari jalan keluarnya bersama.
“Saya baru menjadi Kapolres Wajo kurang lebih dua bulan. Dengan kehadiran para ulama MUI Wajo ke kantor saya, saya sangat berbahagia sekali karena ini merupakan bentuk sinergitas antara ulama dan umara untuk menciptakan keamanan di masyarakat,” ungkap Kapolres Wajo yang sebelumnya merupakan Kapolres Maros
Pertemuan bersama Kapolres pun menjadi lebih santai tapi serius dengan sekali diselingi dengan senda gurau. (NAP)