Makassar, muisulsel.or.id – Pj Gubernur Sulawesi Selatan Prof Zudan Arif Fakrulloh beri apresiasi atas raihan peringkat lima terbaik Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel.
Hal tersebut disampaikan Prof Zudan disela kehadirannya pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV 2024 Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2024 yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta yang dibuka, Selasa (17/12/2024).
Menurutnya MUI Sulsel telah banyak membantu pemerintah untuk memberi pencerahan keagamaan kepada masyarakat. Ia juga berharap MUI terus berkolaborasi dengan pemerintah terutama Pemprov Sulsel.
Sebelumnya MUI Sulawesi Selatan berhasil menduduki peringkat V yang sebelumnya berada di peringkat VI. Hal ini diumumkan saat Monev MUI se Indonesia pada Mukernas ke -IV 2024. Adapun peringkat pertama diraih oleh MUI Provinsi Banten.
Sekretaris Umum MUI Sulsel Prof Dr KH Muammar Bakry mengatakan Mukernas tersebut mengumumkan hasil monitoring dan evaluasi MUI Pusat terhadap MUI se-Indonesia yang meliputi lima aspek penilaian yaitu kelembagaan, SDM, keuangan, aset dan inventaris, dan penyelenggaraan program. Dari kelima aspek penilaian itu, MUI Sulawesi Selatan berhasil menduduki peringkat V sebelumnya berada di peringkat VI. Adapun peringkat pertama diraih oleh MUI Provinsi Banten.

Mukernas dihadiri oleh jajaran pengurus MUI Sulsel diantaranya : Prof Dr KH Nadjamuddin Abd Safa Lc MA (Ketua Umum) ,Ir H Andi Thaswin Abdullah (Bendahara Umum) dan Prof Dr H Andi Marjuni M Pd (Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi ).
Menanggapi capaian tersebut Prof Muammar mengatakan bahwa hal itu dicapai atas kedisplinan dan keseriusan para pengurus dalam berkhidmah kepada umat.
“Disiplin dan serius adalah kata kunci penting untuk pencapaian prestasi. Sisanya adalah komitmen dalam berkhidmat. Itulah yang sedang diajarkan para kiai dan bu nyai di MUI Jawa Timur,” katanya pada Selasa 17 Desember 2024.
Menurutnya, jika disiplin dan serius dapat dilakukan dengan istiqamah maka pengelolaan organisasi tidak akan sulit.
“Kalau disiplin dan serius itu bertemu dengan komitmen dalam berkhidmat, maka sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan tidak sulit dilakukan,” terangnya.
Selain itu, dukungan pemerintah juga menjadi poin penting dalam penyempurnaan kinerja. “Apalagi dukungan dari pemerintah akan menjadi penyempurna bagi upaya berkinerja baik itu,” pungkasnya.
Irfan Suba Raya
