Makassar, muisulsel.or.id – Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Dr H Mustari Mustafa, dalam diskusi hijrah mengulas latar belakang serta dampak atas konflik yang menyebabkan harus berhijrah.
Diskusi publik yang di selenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat IMMIM dan terlaksana di gedung IMMIM 2 Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, pada Ahad 28 Juli 2024, dihadiri oleh ratusan muballig dan muballigat serta pengurus IMMIM ini mengambil tema “Hijrah Menuju Perdamaian Dunia”.
Mengawali paparannya, Prof Mustari mengungkap negara-negara mana saja yang saat ini tengah berkonflik serta apa yang melatar belakanginya.
“Pada umumnya, ada lima faktor yang mendasari konflik secara umum yang di alami oleh sejumlah negara di dunia. Antara lain perebutan sumber daya alam, perbedaan politik dan ideologi, sentimen itnis dan agama, sejarah penjajahan dan penindasan, serta ketidak adilan ekonomi dan sosial,” kata guru besar kampus UINAM ini.
Ia pun melanjutkan bahwa dampak dari konflik ini akan mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, pengungsian, kerusakan infrastruktur dan instabilitas dan ketidakpastian.

Mustari Mustafa dalam paparannya mengambil semangat dan konsep hijrah Rasulullah Saw. “Hijrah bukan hanya perpindahan fisik saja, tetapi juga perpindahan spiritual dan mental, dari kegelapan menuju cahaya, dari ketidakadilan menuju keadilan, dan dari perpecahan menuju persatuan,” ucapnya.
Dirinya mengambil contoh dari perjanjian atau Piagam Madinah yang dibuat oleh Rasulullah pada tahun 622 Masehi. Dalam piagam ini merupakan dokumen yang penting yang mengatur hubungan antara berbagai kelompok di Madinah termasuk kaum Muslimin, Yahudi, dan suku-suku lainnya.
“Beberapa poin penting dari isi Piagam Madinah. Yaitu terjadinya kesatuan seluruh umat yang ada di Madinah, kedua adanya kebebasan beragama dan menjalankan ibadah, ketiga diberikan perlindungan dan keadilan bagi seluruh warga, keempat kerjasama dalam pertahanan dari ancaman luar, dan kelima penyelesaian konflik dengan musyawarah dan arbitrase yang adil,” ulas Mustari Mustafa.
Akhir ulasannya Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri ini menguraikan bahwa semangat hijrah juga dapat memberikan solusi dalam menghindari konflik, membangun kehidupan baru, meningkatkan saling pengertian, memperkaya masyarakat, dan hijrah mendorong kita untuk berbelas kasih kepada orang lain serta sebagai sumber inspirasi yang kaya untuk pendidikan dan perdamaian.
Kontributor: Nur Abdal Patta
