HIKMAH HALAQAH: Hukum-hukum Membaca Basmalah

Prof Dr KH Muammar Bakry, Lc MA (Sekretaris Umum MUI Sulsel)

Makassar, muisulsel.or.id – Menurut salah satu ulama filsafat pengikut As-Syafi’iyah dari kalangan suku Qurays yang bernama Alfakhrurrazi mengatakan terkait perbedaan pendapat para ulama atas bacaan basmalah yang di jaharkan atau tidak pada surat Al-fatihah.

Mengawali surat dengan membaca basmalah adalah hal yang tidak di perdebatkan oleh kalangan ulama, akan tetapi yang menjadi perdebatannya yakni membesarkan atau mengecilkannya.

Para ulama bersepakat bahwa apapun yang dikerjakan itu diawali dengan membaca basmalah, kendatipun dalam teknisnya apakah misalnya bagi orang yang hendak masuk rumah itu mendahulukan membaca basmalah ataukah memberi salam lebih dulu.

Dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa setiap pekerjaan yang dimulai dengan tidak membaca basmalah, maka hal itu akan terputus keberkahannya.

Dalam riwayat Ibnu Abbas mengatakan bahwa siapa yang membaca Alquran dan tidak mengawali surah itu dengan membaca basmalah, maka dia telah meninggalkan Alquran sebanyak 113 ayat.

Oleh karena basmalah itu ditulis di awal surah maka hal itu bisa disandarkan pada tempat di mana ia berada, sehingga setiap membaca suatu surah dalam Alquran maka haruslah membaca basmalah terlebih dahulu.

Lalu bagaimanakah perdebatan kalangan ulama terkait bacaan basmalah saat hendak salat ini? Simak selengkapnya kajian rutin kita pada video link berikut ini.


Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.