HIKMAH RAMADAN: Ibadah Tanpa Salawat Akan Sia-sia

Prof Dr KH Muammar Bakry, Lc MA (Sekretaris Umum MUI Sulsel)

Makassar, muisulsel.or.id – Istilah sembahyang dalam bahasa Indonesia sangat umum digunakan oleh semua penganut agama, yang dalam Islam disebut dengan salat. Namun istilah salat inipun jika kita berada di kota Mekah maka di istilahkan dengan salawat atau bus salawat.

Kesamaan makna dari dua kata salat dan salawat itu sama-sama bermakna kendaraan atau transportasi. Maka orang yang salat juga dikatakan bahwa orang itu sedang merakit kendaraannya untuk dipakai menyeberang menuju akhirat.

Dalam hakekatnya, salat itu juga terdapat onderdil suku cadang yang menghubungkan dan menjalankan kendaraan itu untuk sampai dan yang menjalankannya adalah sebuah mesin, dan mesinnya itu adalah salawat. Dalam salat ada salat dan salat dalam salat itu adalah salawat, sehingga kita wajib menyebutkan salawat atas Nabi Muhammad Saw.

Posisi Rasulullah dalam hal ini adalah sebagai pengantar bagi kita yang disebut dengan Al-Wasilah. Bahkan dalam doa sesudah azan pun kita menyebut nama Rasulullah dan doa ini tak satupun ulama yang menentangnya.

Dalam Al-Qur’an pun Allah Swt dan para malaikat bersalawat kepada Rasulullah, maka sudah sepantasnya bagi kita selaku umatnya untuk selalu bersalawat atas Rasulullah, danoleh sebab itu dalam melaksanakan salat dan berdoa harus selalu ada salawat di dalamnya.

Ada banyak keutamaan-keutamaan dalam bersalawat yang jika tidak disebutkan di dalamnya maka segala sesuatunya akan menjadi sia-sia. Kajian Ramadan yang sangat menarik ini sangat bagus untuk di simak.

Kontributor: NAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.