Prof Dr KH Kamaluddin Abunawas, MA (Ketua Komisi Pendidikan dan Pengkaderan MUI Sulawesi Selatan)
Makassar, muisulsel.or.id – Malam ke 17 adalah malam yang disebut sebagai Nuzulul Quran, Ketua Komisi Pendidikan dan Pengkaderan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Dr KH Kamaluddin Abunawas, MA, bawakan hikmah Ramadan di masjid raya Makassar.
Alquranul Karim yang diturunkan oleh Allah Swt, memiliki kelebihan dibanding seluruh kitab suci yang pernah diturunkan sebelumnya, yang tentunya kitab suci agama samawi.
Allah Swt menurunkan Alquran itu bukan hanya secara lapaz saja, namun juga secara makna sehingga setiap ayat di dalamnya haruslah kita yakini dan setiap huruf saling ada keterkaitannya.
Sebagian ulama berpendapat bahwa inti dari Alquran itu ada pada surat Al-fatihah, dan ulama lain lagi mengatakan inti dari surat Al-fatihah itu ada pada kalimat Bismillah-nya, dan berbagai pendapat ulama lainnya lagi.
Hal ini bermakna bahwa seluruh kalimat, kata, dan huruf dalam Alquran itu saling terkait dan tidak boleh ada yang hilang walaupun satu huruf saja. Dengan tingginya makna Alquran ini, sehingga menyebabkan banyak manusia di dunia ini yang mau mengubah isi Alquran walaupun hanya satu huruf saja.
Namun, sangat banyak pula manusia di dunia ini yang memeluk agama Islam oleh karena mempelajari Alquran, dan terkadang hanya karena membaca satu surat pendek saja dan menyebabkan mereka menjadi muallaf.
Allah menempatkan ayat pertama dalam mushaf Alquran yang menyatakan bahwa inilah kitab yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya.
Alquran menceritakan banyak sekali sejarah di masa lampau sebagai pembelajaran buat kita umat Islam dan kesemuanya sejarah tersebut dapat kita lihat dan dibuktikan kebenarannya. Salah satu contoh Fir’aun yang berkuasa pada masa Nabi Musa, di mana Allah mengabadikan jasanya sebagai tanda untuk umat-umat setelahnya seperti kita ini.
Penjelasan lebih lengkapnya dapat disimak dalam tayangan video live dibawah ini.
Kontributor: Nur Abdal Patta

