Ust. Hisnuddin Baharuddin, S.Pd.I, M.Pd
Makassar, muisulsel.or.id – Salah satu ibadah yang paling disukai oleh para waliyullah adalah berpuasa, karena dengan puasa mereka bisa meninggalkan segala kenikmatan-kenikmatan dunia dan batinnya menjadi kenyang hanya kepada Allah Swt.
Oleh karenanya puasa Ramadan adalah hadiah Allah kepada kita, karena boleh jadi selama 11 bulan sebelumnya kita banyak berbuat dosa yang menyebabkan diri kita menjauh dari Allah. Oleh karenanya dengan berpuasa maka kita akan kembali menjadi dekat kepada-Nya, rindu kepada-Nya dan untuk di cintai.
Menurut Syaikhul akbar Ibnul Arabi mengatakan bahwa ibadah puasa adalah ibadah yang paling sepi dan paling sunyi, sebab ibadah inil hanya kita dan Allah yang tahu apakah kita benar-benar berpuasa atau sebaliknya, ibadah yang tidak bisa dibuat riya atau pamer kepada orang lain yang dapat merusak amal kita.
Syekh Al-Junaid Al-Bagdady mengatakan bahwa ada empat jalan keselamatan. Yang pertama adalah sedikit makan, yang kedua adalah sedikit minum, lalu yang ketiga adalah sedikit bergaul dan yang terakhir adalah sedikit berbicara.
Telah diteliti bahwa orang yang menahan dirinya dari makanan dan minuman selama kurang lebih 12 jam, dan jika selama 12 jam tubuh tidak diberi makan maka sel-sel tubuh di dalam akan berubah memakan sel lainnya seperti sel penuaan, sel kanker, dan sel alzeimer atau pikuk.
Oleh karenanya orang yang sudah tua lebih banyak di sarankan untuk berpuasa agar terhindar dari penyakit pikun.
Barang siapa yang beribadah kepada Allah karena mengharapkan pahala dunia maka itulah ibadahnya orang awam, begitu juga dengan mengharapkan pahala di akhirat maka termasuk orang awam. Tetapi kita mengharapkan ibadah itu agar menjadi orang yang terlhusus disisi Allah, maka ibadah kita sudah naik levelnya.
Simak penjelasannya di video ini.
Kontributor: NAP
