Dr H Andi Bunyamin, M.Pd
Makassar, muisulsel.or.id – Bagaimana dampak Psikologis puasa membentuk kita. Sabar dan syukur adalah dua dampak Psikologis yang ada pada diri kita jika menjalankan Puasa.
Sering kali kita salah mengartikan sabar. Sabar adalah apabila kita memiliki kemampuan sesuatu tetapi kita tidak melakukannya. Nabi mengajarkan kita jika kita berpuasa dan ada yang mengajak kita bertengkar, maka kita tetapi menahan diri untuk bertengkar.
Puasa kita lakukan untuk menahan kita makan dan minum padahal kita mampu melakukannya. Sabar inilah yang dimaksudkan oleh Rasullullah
Imam Gazali membagi sabar menjadi tiga, tetapi Ahli Psikologi menambahkan sabar tersebut menjadi empat macam. Menunda ibadah-ibadah yang sifatnya personal kepada Allah untuk melakukan ibadah personal kepada manusia adalah termasuk sabar.
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada sosmed MUI Sulsel
