Kakanwil Kemenag Sulsel Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Makassar, muisulsel.or.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, menegaskan pentingnya peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat.

Hal itu disampaikannya saat memberikan wejangan pada Dialog Silaturahmi Pencinta Masjid yang digelar oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel di RM Wong Solo, Makassar, Ahad, 4 Januari 2026.

Dialog bertema penguatan peran masjid tersebut dihadiri puluhan tokoh dan pimpinan organisasi Islam se-Sulawesi Selatan. Tampak hadir Sekretaris Umum MUI Sulsel Prof. Dr. KH Muammar Bakry, Ketua DDI Sulsel Prof. Dr. KH Andi Aderus, Ketua ICMI Orwil Sulsel Prof. Dr. H. Arismunandar, tokoh NU dan Muhammadiyah, Sekum DPP IMMIM Prof. Dr. KH Suhufi, serta sejumlah tokoh ormas Islam lainnya yang turut menjadi pembicara.

Dalam pemaparannya, Ali Yafid mengajak pengurus masjid untuk mulai memikirkan program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan jamaah.

Menurutnya, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Masjid jangan hanya ramai saat waktu salat. Kita dorong masjid juga memperhatikan keberdayaan ekonomi umat di sekitarnya,” ujar Ali Yafid.

Ia bahkan menyinggung persoalan pengemis jalanan yang menurutnya perlu ditangani dengan pendekatan pemberdayaan. “Kalau bisa, para pengemis ini diberdayakan. Diberi pekerjaan atau keahlian dengan memanfaatkan sumber daya dari masjid,” katanya.

Ali Yafid juga mengingatkan sejumlah pesan Menteri Agama RI yang relevan dengan peran masjid. Mulai dari penguatan kerukunan umat beragama berbasis kemanusiaan, pengembangan ekologi dan kebersihan masjid, peningkatan layanan pendidikan yang berdampak, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan pesantren agar lebih berdaya.

“Semua pesan Menteri Agama itu sebenarnya sudah bisa diaplikasikan di masjid,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kenyamanan dan keindahan masjid. Menurutnya, masjid yang bersih, sejuk, imam dan muazinnya baik, akan membuat jamaah betah berlama-lama. “Kalau masjid nyaman, umat akan senang beraktivitas di masjid dan menjadikannya pusat kegiatan,” pungkasnya.

Dialog silaturahmi ini pun diharapkan menjadi penguat terhadap peran masjid sebagai jantung umat, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Kontributor: NAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.