Komisi Fatwa MUI Hadiri Milad Muhammadiyah Sulsel

Makassar, muisulsel.or.id – Pengurus Bidang Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Dr KH Yusri Arsyad, Lc MA menghadiri acara puncak Milad Muhammadiyah ke 111 wilayah Sulsel.

Acara yang digelar di aula ruang sidang kampus Universitas Muhammadiyah, Jl. Sultan Alauddin, Makassar pada Ahad, 26 November 2023 telah sukses terlaksana dengan baik dan khidmat, serta di hadiri oleh ribuan pengurus Muhammadiyah baik dari wilayah, daerah, cabang maupun ranting se Sulawesi Selatan.

Yusri Arsyad usai pelaksanaan puncak Milad Muhammadiyah mengatakan dengan adanya acara seperti ini sangatlah besar manfaatnya, utamanya dalam menyusun kembali kekuatan umat Islam untuk satu tujuan, yaitu meninggikan agama Allah Swt.

“Organisasi-organisasi Islam seperti ini adalah jalan untuk mempermudah urusan-urusan umat Islam, melalui organisasi seperti Muhammadiyah sebagai salah satu contohnya,” ujar Yusri.

“Yang kedua seperti Muhammadiyah pada khususnya itu sangatlah luar biasa perannya terhadap agama bangsa dan negara, maka sangatlah di sayangkan jika seumpama ada sekelompok yang ingin merusak tatanan keorganisasian. Oleh sebab organisasi ini adalah aset negara, aset umat Islam secara keseluruhan,” tandas pengurus komisi Fatwa MUI Sulsel ini.

Dirinya melanjutkan pesannya agar organisasi itu harus bisa membedakan mana organisasi dan mana agama Islam. Dalam artian sekelompok umat Islam bekerja keras untuk mempermudah urusan umat Islam dan masyarakat secara umum. Sehingga jika berbicara agama Islam maka tak ada lagi yang dinamakan organisasi pada saat itu.

Menurutnya, persaudaraan sesama muslim adalah yang paling dijunjung tinggi dalam Islam tanpa memilah-milah dari organisasi mana ia berasal. Sebagaimana dalam Alquran di katakan bahwa semua umat Islam itu bersaudara.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Dr KH Ambo Asse, MAg dalam pidatonya menceritakan sekelumit sejarah Muhammadiyah masuk di kota Makassar pada tahun 1923 yang artinya pada Milad ini genap 100 tahun, namun waktu itu masih bernama grup Muhammadiyah Makassar.

Prof Ambo Asse yang juga selaku wakil ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel dalam pidatonya meluncurkan program gerakan infak untuk pendidikan

Pesan terakhirnya darinya adalah agar tetap memelihara persatuan dan kesatuan, memelihara kebersamaan, dan memelihara kebaikan-kebaikan, jangan menyerupai orang-orang yang berkonflik, atau menyerupai orang-orang yang sedang berperang.

Turut hadir pada puncak milad tersebut, wakil ketua umum pimpinan pusat Muhammadiyah yang sempat membacakan pidatonya, hadir pula Pj Gubernur yang di wakili oleh Kepala Dinas Dikti Sulsel, Muhammad Iqbal, dan sejumlah perwakilan ormas Islam lainnya serta sejumlah forkopimda Provinsi Sulsel.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.