Makassar, muisulsel.or.id – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan yang juga selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Dr KH Ambo Asse, MAg dalam pidatonya meluncurkan dengan resmi program gerakan infak untuk pendidikan.
Hal itu diucapkan oleh Ambo Asse dalam pidatonya selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan saat perayaan puncak Milad Muhammadiyah wilayah Sulsel ke 111 tahun, bahwa dalam kepengurusannya di periode ini ia meluncurkan sebuah program gerakan infak untuk pendidikan bagi kalangan pengurus Muhammadiyah khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
Terlebih dahulu dirinya menceritakan bagaimana sejarah berdirinya organisasi Muhammadiyah yang dulunya hanya berupa grup-grup di setiap daerah di Sulsel dan Makassar adalah yang pertama kali berdiri grup tersebut pada tahun 1923.
Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar ini pun melanjutkan bahwa organisasi ini telah lebih dari satu abad lamanya berupaya untuk mencerahkan dan mencerdaskan dan mengharapkan masyarakat Indonesia benar-benar menjadi cerdas.
Ambo Asse mengatakan jika Muhammadiyah hingga saat ini tetap mengambil posisi dalam menyampaikan dakwah Rasulullah Saw.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulsel ini dalam pidato Milad menyampaikan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang memiliki visi misi untuk membangun dan memajukan bangsa serta mencerdaskan anak bangsa.
Milad Muhammadiyah kali ini dengan tema “Ikhtiar Menyelamatkan Semesta”, Prof Ambo Asse, menegaskan peran Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dan sosial untuk membangun bangsa serta menjaga lingkungan hidup.
“Ikhtiar Menyelamatkan Semesta sebagaimana tema dalam perayaan milad ke 111 Muhammadiyah dimaksudkan sebagai seruan dan harapan kepada segenap warga dan penghuni bumi untuk bersama-sama memelihara lingkungan hidup yang mana alam semesta ini diserahkan sepenuhnya kepada umat manusia untuk dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan ini juga bagi kepentingan bersama,” tukas sang Rektor.
Pesan terakhirnya adalah himbauan untuk memelihara persatuan dan kesatuan, memelihara kebersamaan, dan memelihara kebaikan-kebaikan, jangan menyerupai orang-orang yang sedang berkonflik, atau menyerupai kelakuan orang-orang yang sedang berperang.
Puncak Milad Muhammadiyah ke 111 wilayah Sulawesi Selatan Ini sukses terlaksana di aula ruang sidang kampus Universitas Muhammadiyah, Jl. Sultan Alauddin Makassar, pada Ahad, 26 November 2023, dan dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Muhammadiyah Pusat yang sekaligus membawakan pidato sambutan.
Hadir pula Pj Gubernur yang di wakili oleh Kepala Dinas Dikti M Iqbal yang juga memberikan sambutan, hadir pula perwakilan Polda, para pengurus Muhammadiyah baik cabang maupun ranting, para Civitas akademika kampus Unismuh, dan sejumlah perwakilan ormas Islam lainnya.
Kontributor: Nur Abdal Patta
