Masa Depan Gen Z Dibangun Hari Ini

Chamdar Nur, Lc,.SH,. S. Pd. I,.M. Pd. (Anggota MUI Sul-Sel Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional)

Makassar,muisulsel.or.id – Di zaman yang serba cepat ini, tak sedikit yang justru memilih duduk dan menunggu keajaiban, seolah masa depan akan datang sendiri. Mereka menatap langit seakan berharap bintang jatuh membawa pesan takdir. Sebagian sibuk mencari peramal, motivator, bahkan astrolog untuk menemukan arah hidup. Padahal arah itu bukan datang dari langit yang diintip, tetapi dari langkah yang dipijak hari ini. Masa depan bukan teka-teki yang harus ditebak, tapi karya yang harus digarap. Bukan mimpi yang menunggu ditafsir, tapi kenyataan yang harus diperjuangkan.

Sesungguhnya, masa depan bukanlah misteri yang butuh ditebak, melainkan bangunan yang harus dikerjakan dari sekarang. Ia tidak terbentuk dari lamunan, tetapi dari tekad dan usaha yang konsisten. Tak ada hasil besar tanpa pondasi yang kuat, dan tak ada pondasi yang kokoh tanpa kerja keras di masa kini. Hari ini adalah benih. Esok adalah panen. Siapa yang tidak menanam hari ini, jangan berharap menuai besok.

Islam mengajarkan bahwa masa depan bukanlah soal menunggu takdir tanpa usaha. Justru amal hari ini menjadi sebab bagi takdir baik esok hari. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجَزْ

Artinya: “Bersungguh-sungguhlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah, dan jangan lemah.”n(HR. Muslim).

Manusia bukan korban dari masa depan yang gelap, tapi arsitek yang sedang bekerja. Pondasi masa depan dibangun dari disiplin. Tiang-tiangnya adalah karakter yang dibentuk hari ini. Atapnya adalah keberanian untuk tetap melangkah, bahkan ketika hasilnya belum tampak. Jangan habiskan waktu untuk menebak masa depan, lebih baik gunakan waktu untuk mewujudkannya.

Allah ta’ala juga berfirman

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Inilah sunnatullah dalam hidup. Siapa yang mau berubah, akan melihat perubahan. Siapa yang bersungguh-sungguh, akan melihat jalan. Jangan berharap hasil baru, jika masih mengulang kesalahan lama. Jangan menuntut masa depan yang gemilang jika hari ini masih lalai, penuh keluh kesah, dan enggan bergerak. Jika masih sibuk main sampai lupa waktu, memilih aplikasi game, dan menjadikan hari libur sebagai ajang scroll tanpa arah, maka jangan heran bila hidup terasa hambar dan impian terus tertunda.

Kesuksesan bukan untuk yang santai-santai, tapi untuk mereka yang bangkit dan berjuang. Waktu terus berjalan, dan masa depan tak akan menunggu mereka yang lalai. Mulailah berubah hari ini, perbaiki niat, luruskan langkah, dan isi hari-harimu dengan hal-hal yang bernilai. Sebelum hidup memaksamu berubah lewat penyesalan, ubahlah dirimu dengan kesadaran.

Masa depan adalah cerminan dari pilihan hari ini. Setiap keputusan, setiap amal, setiap kesungguhan, semuanya akan bermuara pada masa yang akan datang. Allah ta’ala berfirman

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ

Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan.” (QS. An-Najm: 39–40).

Jangan menunggu waktu yang sempurna, karena waktu yang sempurna tidak pernah datang. Yang ada hanyalah keberanian untuk mulai hari ini. Yang dibutuhkan bukan ramalan dan khayalan, tapi keteguhan untuk melangkah. Yang penting bukan tahu hasilnya, tapi mau terus memperbaiki diri dan tidak menyerah dalam prosesnya.

Ingat, keberuntungan bukan milik mereka yang pasrah, tapi milik mereka yang mau bergerak dan berubah. Maka jangan hanya berharap dan menunggu. Bangun. Bergerak. Berbuat. Karena masa depan adalah hasil dari siapa dirimu hari ini.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9–10).

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يَسْعَى فِي خَيْرٍ، وَيَزْرَعُ لِمَا بَعْدَ الْيَوْمِ، وَيُصْلِحُ نَفْسَهُ قَبْلَ أَنْ يُصْلِحَ الزَّمَانَ، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَمَسِيرًا إِلَى مَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ

Artinya: “Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam kebaikan, yang menanam amal untuk hari esok, yang memperbaiki diri sebelum memperbaiki zaman, dan anugerahkan kepada kami akhir hidup yang baik serta perjalanan menuju apa yang Engkau cintai dan ridhoi.”

Aamiin…

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.