Olahraga dengan Niat Jaga Amanah Allah atas Tubuh

Chamdar Nur, Lc,.SH,. S.Pd. I,.M. Pd. (Anggota MUI Sul-Sel Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional)

Makassar, muisulsel.or.id – Berolahraga dalam Islam bukan hanya sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah yang mengantarkan seorang muslim pada kekuatan jasmani dan rohani. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh karena tubuh yang kuat menjadi sarana untuk beribadah dengan lebih sempurna. Dalam sebuah hadis disebutkan

الْمُؤْمِنُ القَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masingnya ada kebaikan.” (HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa kekuatan yang dimaksud mencakup kekuatan iman, ilmu, dan juga fisik. Seorang mukmin yang sehat dan kuat lebih mampu menunaikan amanah Allah, berjihad, bekerja, serta beribadah dengan semangat yang lebih tinggi dibanding yang lemah. Oleh karena itu, olahraga menjadi salah satu sarana untuk menjaga amanah tubuh yang telah Allah titipkan.

Chamdar Nur Lc SPd MPd, anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Sulsel

Ulama besar Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dalam Zad al-Ma‘ad

فإنَّ البدنَ إذا كانَ ضعيفًا لم تُكمل لهُ آلةُ العبادةِ والعملِ الصالحِ

Artinya: “Sesungguhnya jika tubuh seseorang lemah, maka sarana untuk beribadah dan melakukan amal saleh pun tidak akan sempurna.”

Perkataan ini menegaskan bahwa tubuh yang sehat adalah alat utama bagi seorang hamba untuk beribadah dengan baik. Karena itu, menjaga kebugaran melalui olahraga seperti berjalan kaki, berenang, memanah, atau berkuda sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat, termasuk amal yang dianjurkan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri dikenal sangat aktif secara fisik. Beliau berlomba lari bersama istrinya Aisyah radhiallahu anha bermain gulat dengan para sahabat, dan mendorong anak-anak muda agar terampil dalam memanah. Dalam riwayat disebutkan bahwa beliau bersabda

ارْمُوا بَنِي إِسْمَاعِيلَ فَإِنَّ أَبَاكُمْ كَانَ رَامِيًا

Artinya: “Berlatihlah memanah, wahai Bani Ismail, karena sesungguhnya bapak kalian (Ismail) adalah seorang pemanah.” (HR. Bukhari & dan Muslim).

Olahraga dalam pandangan Islam juga bukan sekadar ajang untuk membentuk tubuh ideal atau unjuk kekuatan, tetapi untuk menjaga keseimbangan, disiplin, dan keteguhan jiwa. Islam menolak bentuk olahraga yang menimbulkan permusuhan, membuka aurat, atau melalaikan dari ibadah.

Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya menjadikan olahraga sebagai bagian dari riyadah (latihan diri) yang menumbuhkan semangat ibadah, bukan sebaliknya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam

إِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا

Artinya: “Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu.” (HR. Bukhari & Muslim).

Oleh karena itu, berolahraga dengan niat menjaga amanah Allah atas tubuh, menguatkan diri untuk beribadah, dan meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, akan bernilai ibadah di sisiNya.

اللَّهُمَّ قَوِّ أَبْدَانَنَا فِي طَاعَتِكَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي صِحَّتِنَا، وَصَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ.

Artinya: “Ya Allah, kuatkanlah tubuh kami dalam ketaatan kepada-Mu, berkahilah kesehatan kami, dan limpahkanlah salawat kepada Nabi kami Muhammad shallallahu alaihi wasallam.” Aamiin…

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.