PW Muhammadiyah: Masjid Pusat Pembinaan Umat

Makassar, muisulsel.or.id – Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Silaturahmi Pencinta Masjid yang digelar oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel di RM Wong Solo, Makassar, Ahad, 4 Januari 2026.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Sekum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, serta puluhan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam seperti NU, Muhammadiyah, ICMI, DDI, IMMIM, Hidayatullah, dan Wahdah Islamiyah.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Dr Dahlan Lama Bawa, S.Ag, M.Ag, dalam pemaparannya menekankan pentingnya mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, khususnya dalam pembinaan muallaf.

Menurutnya, masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai tempat ibadah ritual semata.
“Masjid itu adalah pusat ibadah dan pusat pembinaan umat. Dari ibadah ritual, masjid harus bergerak menuju pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Dr Dahlan.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga komponen utama fungsi masjid, yakni sebagai institusi sosial-keagamaan, integrasi fungsi ibadah, pendidikan dan sosial, serta meneladani peran masjid pada masa Rasulullah SAW sebagai pusat peradaban umat.

Lebih lanjut, Dr Dahlan menyoroti pentingnya peran masjid dalam pembinaan muallaf. Ia menegaskan bahwa muallaf merupakan bagian dari asnaf penerima zakat sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

“Muallaf itu memiliki hak yang harus diperhatikan. Pembinaan mereka adalah amanat syariat untuk menguatkan iman dan integritas keislamannya,” tegasnya.

Menurutnya, masjid seharusnya menjadi pusat pengelolaan umat, termasuk dalam pendataan dan pelaksanaan program pembinaan muallaf secara terstruktur.

Pembinaan tersebut tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga mencakup pendidikan dasar keislaman, pelatihan keterampilan hidup, hingga pemberdayaan ekonomi.
“Kalau muallaf memang membutuhkan, maka masjid harus hadir memberikan pelatihan keterampilan dan dukungan ekonomi agar mereka benar-benar berdaya,” tambahnya.

Dialog ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan pertukaran gagasan antar tokoh ormas Islam, memperlihatkan semangat bersama untuk menguatkan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan persatuan.

Kontributor: NAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.