Sekjen MUI Pembicara Utama Halaqah Kebangsaan dan Keumatan

Makassar, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menggelar Halaqah Kebangsaan dan Keumatan yang dirangkai dengan Deklarasi Pemilu Damai, dan mengundang Sekretaris Jenderal (Sekjen MUI) Pusat Dr Amirsyah Tambunan, sebagai pembicara utamanya.

Amirsyah Tambunan dalam pidatonya mengatakan, jika masyarakat ingin mewujudkan pemilu yang damai maka semua pihak perlu berperan aktif dalam mensosialisasikannya.

Ia pun menghimbau untuk mewujudkan pemilu yang damai. Oleh karenanya, sebaiknya rumah ibadah tidaklah dijadikan sebagai tempat kampanye, sebab berpotensi menimbulkan perpecahan apabila ada jemaahnya terjadi perbedaan pilihan.

“Soal apa pilihannya itu terserah, tidak boleh rumah umat seperti masjid dijadikan sarana untuk kampanye. Padahal tempat untuk kampanyenya sudah diatur,” ujarnya.

Amirsyah Tambunan mengatakan, pemilu damai ini adalah tugas semua pihak. “Karena ini bukan tugas kelompok orang akan tetapi semua pihak titik tanpa kecuali, karena kita berbangsa, bernegara harus melalui tahapan Pemilu yang antara lain jujur dan adil. ini adalah tanggung jawab semua pihak, Maka menurut saya janganlah ada anggapan kalau ini hanya sekedar (Pemilu) rutinitas 5 tahunan titik betul-betul lah untuk memilih pemimpin yang bertanggung jawab dan sesuai syariat,” ungkapnya.

Sekjen MUI Pusat ini pun menjelaskan, ada dua hal pokok yang perlu dijaga dalam pemilu damai ini. Antara lain katanya, perlunya menjaga Himmayah wa Taqwiyah yang terbagi dalam tiga bagian. Yang pertama adalah Himmayah wa Taqwiyatud Din yakni menjaga agama. Yang kedua adalah Himmayah wa Taqwiyatul Ummah yakni menjaga sesama umat, dan yang ketiga adalah Himmayatud Daulah yakni menjaga keutuhan negara.

Adapun hal pokok kedua yang perlu dijaga menurut Amirsyah Tambunan adalah, bagaimana menjaga persaudaraan.

“Persaudaraan ini ada tiga hal. Ukhuwah Islamiyah yang berarti Persaudaraan sesama muslim. Kedua adalah Ukhuwah Wathaniyah atau Persaudaraan sesama makhluk ciptaan Allah, kemudian yang terakhir adalah Ukhuwah Insaniyah yang berarti Persaudaraan sesama umat manusia,” tukasnya.

Ia mengatakan bahwa adapun politik identitas Selama masih sesuai dengan norma, etika, agama untuk menjunjung tinggi nilai agama, kejujuran dan keadilan maka itu haruslah kita hargai.

Oleh karena itu, politik kebangsaan kita haruslah digerakkan titik semua pihak terlibat politik kebangsaan, sedangkan politik praktis itu adalah tugas peserta pemilu, tandas Sekjen.

Kegiatan ini berlangsung di ruang pola Kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, 14/10/2023, dan dihadiri oleh seluruh pengurus MUI Sulsel, Pimpinan MUI Kabupaten Kota se Sulawesi Selatan, Pimpinan Lembaga MUI, Ketua KPU dan forkopimda Provinsi serta sejumlah Ormas Islam yang ada di Sulsel.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.