Sekum MUI Sulsel Hadiri Mukernas MUI di Jakarta

Jakarta, muisulsel.or.id – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Muammar Bakry menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) MUI yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Mukernas ini menyusun rekomendasi strategis lima tahun ke depan, termasuk penguatan kolaborasi dengan pemerintah dalam bidang keagamaan dan ekonomi umat.

Ketua Umum MUI Anwar Iskandar mengatakan Mukernas menjadi momentum untuk menjabarkan program-program hasil musyawarah ke dalam langkah kerja yang lebih operasional melalui pembahasan di komisi-komisi.

“Program-program yang sudah ditetapkan dalam Munas akan kita breakdown dalam rapat-rapat komisi untuk menjadi panduan kerja selama lima tahun,” ujar Kiai Anwar di Jakarta, Kamis.

Dalam bidang keagamaan, Mukernas menyoroti perlunya sinergi antara MUI dan Kementerian Agama dalam merespons dinamika di masyarakat. Anwar menekankan MUI tidak dapat bekerja sendiri, terutama dalam menghadapi kelompok atau lembaga yang dinilai menyimpang dari ketentuan hukum dan perundang-undangan.

Ia mencontohkan adanya kelompok yang saling mengkafirkan di internal umat Islam serta lembaga yang menyebut diri sebagai pesantren namun tidak sesuai dengan definisi dalam Undang-Undang Pesantren.

Menurut dia, persoalan tersebut membutuhkan pendekatan keilmuan sekaligus dukungan kewenangan dari pemerintah.

“Kita tidak bisa sendirian. Harus ada kolaborasi yang jelas dengan Kementerian Agama, dari pusat sampai daerah,” katanya.

Mukernas juga membahas isu toleransi dan kerukunan. Anwar menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara toleransi antarumat beragama dan ketegasan dalam menjaga batas-batas teologis.

“Negara ini butuh toleransi untuk menjaga stabilitas dan persatuan. Tetapi hal-hal yang bersifat teologis memang harus tetap pada keyakinan masing-masing,” ujarnya.

Di sektor ekonomi, Mukernas menyoroti perlunya peran aktif MUI dalam mendorong keadilan dan pemerataan. Anwar menyampaikan pertumbuhan ekonomi nasional perlu diiringi dengan distribusi yang lebih merata agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas.

Ia merujuk pada prinsip ajaran Islam yang menekankan agar kekayaan tidak hanya beredar di kalangan tertentu, melainkan memberi kemaslahatan bagi rakyat.

MUI melalui bidang ekonomi akan merumuskan langkah konkret pemberdayaan ekonomi umat dengan menggandeng pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, Mukernas juga menggarisbawahi posisi MUI sebagai mitra strategis pemerintah. Anwar menekankan dukungan terhadap kebijakan yang berpihak pada rakyat perlu disertai dengan fungsi nasihat apabila terdapat kekeliruan.

“Posisi kita sebagai mitra pemerintah. Yang baik kita dukung, yang kurang tepat kita nasihati dengan cara yang berakhlak,” katanya.

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.