Tim Monev MUI Pusat Apresiasi Media Sosial MUI Sulsel, Dinilai Aktif dan Orisinal

MAKASSAR — Tim monitoring dan evaluasi (monev) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengapresiasi pengelolaan media sosial dan website MUI Sulawesi Selatan yang dinilai aktif, memiliki konten orisinal, serta mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang berlangsung di Kantor MUI Sulsel, Jalan Emmy Saelan, Makassar, Kamis (15/10/2026).

Tim Monev MUI Pusat menilai media sosial MUI Sulsel memiliki karakter tersendiri dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Salah satu keunggulannya adalah orisinalitas konten yang berfokus pada kegiatan kelembagaan serta penyebaran informasi keagamaan yang bermanfaat bagi umat.

Anggota Tim Monev, Dr. Rida Hesti Ratnasari, mencontohkan bahwa sejumlah akun media sosial MUI di daerah lain terkadang tidak hanya menampilkan kegiatan organisasi, tetapi juga mengunggah aktivitas pribadi pengelolanya.

Sementara itu, media sosial MUI Sulsel dinilai mampu mempertahankan identitas kelembagaan dengan menghadirkan konten yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain orisinalitas, jumlah penonton atau viewers yang cukup tinggi juga menjadi salah satu indikator positif dalam penilaian tersebut.

Meski demikian, Tim Monev memberikan sejumlah catatan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan media sosial, terutama terkait perbandingan jumlah penonton dengan jumlah tanda suka atau like.

Rida berharap, konten-konten yang dipublikasikan dapat dievaluasi lebih lanjut agar tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga mampu mendorong interaksi yang lebih tinggi.

Waketum MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, turut menanggapi catatan tersebut. Ia mengakui jumlah like relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah penonton.

Namun, kondisi itu tidak serta-merta menunjukkan rendahnya minat masyarakat terhadap konten yang disajikan.

Menurutnya, sebagian pengguna media sosial cenderung hanya menonton atau membaca konten tanpa memberikan tanda suka maupun komentar.

Prof. Muammar mencontohkan salah satu konten MUI Sulsel yang membahas persoalan fobia dan berhasil menarik perhatian hingga lebih dari satu juta penonton.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa konten yang dipublikasikan MUI Sulsel memiliki potensi menjangkau masyarakat dalam skala luas, meskipun interaksi berupa tanda suka masih perlu ditingkatkan.

Monef dirangkai dengan kunjungan kerja ini dihadiri Wakil Sekretaris Bidang Ukhuwah MUI Pusat, Dr. H. Syamsul Qomar, serta Ketua Bidang Kerukunan MUI Pusat, Dr. KH. Abdul Maqsith Ghozali.

Selain itu, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan kalangan pesantren.

Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Safa, berharap kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja organisasi.

Ia juga berharap MUI Sulsel dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu MUI provinsi dengan kinerja terbaik di Indonesia.

Bahkan, MUI Sulsel berharap dapat meningkatkan prestasi hingga menembus peringkat tiga besar secara nasional.

Melalui evaluasi tersebut, MUI Sulsel diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat penyebaran edukasi keagamaan, serta mengoptimalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan komunikasi publik.

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.