Viral Cegah Stunting, Komisi Fatwa MUI Rilis Maklumat

Makassar, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Komisi Fatwa merilis sebuah maklumat terkait bolehnya gerakan donor ASI untuk pencegahan stunting dan gizi buruk bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

Maklumat Komisi Fatwa ini tertuang dalam maklumat dengan Nomor: Maklumat-06/DP.P.XXI/X/Tahun 2023 yang membahas tentang Gerakan donor ASI dalam rangka pencegahan stunting dan gizi buruk, yang telah digelar oleh Komisi tersebut di kantor sekretariat MUI Sulsel Jl. Masjid Raya Makassar, Jumat, 6 Oktober 2023.

Dalam maklumat itu dijelaskan beberapa hal terkait donor ASI ini. Antara lain adalah pendapat ulama, bahwa mayoritas kalangan ulama berpendapat perintah untuk menyusui hukumnya adalah sunnah, kecuali jika ternyata anak bayi tersebut tidak dapat disusui oleh perempuan lain, atau ayahnya tidak mampu memberikan upah kepada perempuan lain untuk menyusui anaknya atau tidak ditemukan perempuan uang bersedia menyusui, maka itu hukumnya wajib.

Pendapat tersebut disandarkan pada salah satu dalil Alquran surat Thalaq ayat 6 yang artinya; dan jika kamu sama-sama menemui kesulitan (dalam hal penyusuan), maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

Namun, dalam hal penyusuan ini, donasi ASI ini boleh asal memenuhi beberapa persyaratan yang akan dijelaskan lebih lengkap dalam link fatwanya, oleh sebab dengan penyusuan dalam kurun waktu tertentu dapat menyebabkan mahram kepada si bayi.

Menurut Dr KH Yisri Arsyad, Lc MA, salah satu pengurus MUI Komisi Fatwa mengatakan bahwa donasi ASI itu dibolehkan dalam Islam. Akan tetapi walaupun dibolehkan, dirinya mengimbau kepada umat Islam agar lebih berhati-hati lagi.

“Donasi ASI yang dipersiapkan oleh Bank ASI tidak diketahui dari mana sumbernya, karena apa yang dikonsumsi akan membentuk karakter si bayi. Boleh jadi ASI tersebut berasal dari wanita non muslim yang sudah memakan makanan yang haram dan itu bisa memengaruhi psikologi sang anak,” Ungkap kyai alumni Tunisia ini.

Ditambahkan olehnya bahwa lebih disarankan kepada umat Islam yang membutuhkan ASI untuk si bayi, agar lebih mengutamakan keluarga atau orang yang terdekat dan sudah dikenal baik.

Disisi lain, Dr H Nasrullah Sapa,Lc MM, mengatakan bahwa maklumat ini dibuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari ibu PKK bersama organisasi perempuan lainnya terkait hukum donasi ASI, saat digelarnya seminar donasi ASI dan cegah stunting dan gizi buruk beberapa waktu silam oleh Pemprov Sulsel.

Rilis maklumat MUI ini dihadiri pula oleh Ketua umum MUI Sulsel Prof Dr KH Nadjamuddin AS, Lc MA, bersama Sekretaris umum Prof Dr KH Muammar Bakry, Lc MA, Waketum Prof Dr KH Muhammad Ghalib, MA, Ketua Bidang fatwa Dr KH Ruslan Wahab, Lc MA, Ketua Komisi Fatwa Prof Dr KH Rusydi Khalid, MA, Sekretaris Komisi Fatwa Dr KH Syamsul Bahri Abd Hamid, Lc MA, dan Dr KH Khiyar Hijaz, Lc MA.

Untuk lebih lengkapnya, rilis maklumat MUI ini dapat dilihat pada link berikut ini.


Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.