Chamdar Nur, Lc,.SH,. S.Pd. I,.M. Pd. (Anggota MUI Sul-Sel Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional)
Makassar, muisulsel.or.id – Zikir adalah cara kita mengingat Allah dalam setiap waktu dan keadaan. Bukan hanya sekadar ucapan di lisan, zikir adalah makanan bagi hati, penyejuk jiwa, dan sumber kekuatan batin. Saat hidup terasa berat, dzikir mampu memberikan ketenangan. Ketika dunia penuh dengan hiruk-pikuk dan masalah, dzikir menjadi tempat berlindung yang paling aman.
Allah memerintahkan kita untuk banyak berdzikir, bukan hanya sesekali. Allah ta’ala berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا، وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41–42).
Ayat ini mengajarkan bahwa dzikir bukan hanya dilakukan saat luang, tapi dalam setiap keadaan. Di pagi hari, saat sibuk bekerja, bahkan ketika sedang sendirian atau bersama orang lain.
Dzikir bisa dilakukan dengan tiga cara, dengan hati saja, dengan lisan saja, atau dengan hati dan lisan sekaligus. Yang paling baik adalah jika kita bisa berdzikir dengan hati dan lisan bersamaan. Jadi, mulut mengucapkan dan hati ikut merasakan maknanya.
Namun, kalau ada orang yang hanya bisa berdzikir dalam hati karena kondisi tertentu, seperti sedang sakit atau tidak bisa bicara, maka dzikir dalam hati itu tetap sah dan berpahala. Allah ta’ala berfirman
وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ
Artinya: “Dan ingatlah Tuhanmu dalam dirimu dengan rendah hati dan rasa takut, serta tidak mengeraskan suara.” (QS. Al-A’raf: 205).
Ayat ini menunjukkan bahwa dzikir dalam hati tetap memiliki nilai besar di sisi Allah. Bahkan dzikir yang dilakukan secara diam-diam bisa lebih ikhlas dan mendalam.
Dzikir adalah amalan yang ringan diucapkan, tapi berat timbangannya di sisi Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ، قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ
Artinya: “Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah telah mendahului.” Para sahabat bertanya, “Siapa mereka itu?” Nabi menjawab, “Laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim).
Dzikir juga membuat hati menjadi tenang. Banyak orang merasa gelisah, tidak tenang, dan resah. Salah satu cara agar hati kita menjadi damai adalah dengan banyak mengingat Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Tanpa dzikir, hati kita seperti kosong dan hampa. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لا يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
Artinya: “Perumpamaan orang yang mengingat Allah dan orang yang tidak mengingat Allah, seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Bukhari).
Bayangkan, orang yang tidak berdzikir seakan-akan hidupnya seperti orang mati. Tidak ada cahaya dalam jiwanya.
Dzikir tidak harus selalu dilakukan di majelis atau dalam keadaan ramai. Justru dzikir saat sendiri, diam-diam, dengan hati yang khusyuk bisa membawa pahala yang sangat besar. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah ta’ala di hari kiamat
وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Artinya: “Seseorang yang menyebut (mengingat) Allah dalam kesendirian lalu matanya pun meneteskan air mata.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dzikir yang tulus, yang membuat kita menangis karena ingat dosa dan harapan akan rahmat Allah, sangat dicintai olehNya.
Dzikir bukan beban, tapi kebutuhan. Ia bukan hanya ibadah, tapi pelindung dari gelisah dan godaan. Mari kita hidupkan lisan dan hati kita dengan dzikir. Jangan sampai hati ini kosong dari mengingatNya, karena dzikir adalah kehidupan sejati bagi hati kita.
Oleh karena itu, agar kita dimudahkan untuk terus berdzikir, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mengajarkan satu doa yang sangat agung. Doa ini sangat indah dan sempurna untuk kita ucapkan setiap hari.
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingatMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan sebaik-baiknya.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوبَنَا حَيَّةً بِذِكْرِكَ، وَلِسَانَنَا رَطْبًا بِحَمْدِكَ، وَنُفُوسَنَا مُطْمَئِنَّةً بِقُرْبِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِينَ لَكَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ، وَارْزُقْنَا خُشُوعًا فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ، وَحُبًّا لِطَاعَتِكَ وَبُغْضًا لِلْمَعْصِيَةِ، وَثَبِّتْنَا عَلَى طَاعَتِكَ حَتَّى نَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Artinya: Ya Allah, hidupkanlah hati kami dengan mengingatMu, basahkan lisan kami dengan memujiMu, tenangkan jiwa kami dengan kedekatanMu. Jadikan kami termasuk orang-orang yang banyak berdzikir kepadaMu, baik laki-laki maupun perempuan. Anugerahkan kepada kami kekhusyukan dalam kesendirian maupun di tengah keramaian, cinta kepada ketaatan dan benci terhadap kemaksiatan. Teguhkanlah kami dalam ketaatan hingga kami bertemu denganMu dalam keadaan Engkau ridha kepada kami, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
Aamiin…
Irfan Suba Raya
