Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag.
Makassar, muisulsel.or.id – Kita patut bersyukur, bergembira dan senang karena Allah masih memberikan kepada kita bulan Ramadan. Kita tingkatkan kualitas ibadah kita apalagi untuk meraih Lailatul Qadri
Lailatul Qadri selalu dibicarakan di akhir-akhir Ramadan, apalagi memasuki malam 21 dan seterusnya. Persoalannya sekaranga adalah Apakah Lailatul Qadri masih ada?
Rujukan utama adanya Lailatul Qadri adalah surah Al Qadr. Kalau yang dipahami dari surah berarti Lailtul Qadri sudah tidak ada lagi karena Al Quran sudah turun.
Tetapi Nabi Muhammad masih menyuruh kita untuk mencarinya. Dalam beberapa riwayat kita disuruh cari di malam ganjil akhir Ramadan.
Dalam kitab Fathul Bari dikatakan bahwa ada 41 riwayat yang membahas tentang Lailatul Qadri. Salah satu yang diungkapkan oleh Imam Al Asqalani adalah tidak ada lagi Lailatul Qadri, tetapi umumnya ulama menolak pendapat itu.
Tidak mungkin Nabi menyuruh kita mencarinya kalau Lailatul Qadri sudah tidak ada. Asbabaul Nuzul tentang turunnya ayat tersebut, karena para sahabat cemburu dengan umat sebelumnya karena panjang umurnya.
Rasulullah pun mengungkapkan bahwa walaupun umur umatku tidak panjang, tetapi kalau mendapat Lailatul Qadri akan mendapatkan pahala 83 tahun 3 bulan tiga hari 3 jam, 3 menit, 3 detik. Maka jangan khawatir kalau umur pendek tetapi amalannya banyak.
Pertanyaan selanjutnya, kenapa Lailatul Qadri turun di akhir Ramadan. Menjawab pertanyaan tersebut Nabi sendiri mengencangkan ikat pinggangnya untuk mendirikan salat malam. Imam Nawawi mengungkapkan salat malam adalah salat tarawih.
Penjelasan Lailatul Qadri lebih lengkap dapat dilihat dalam video dibawah ini

