Tangkal Faham Terorisme di Medsos, FKPT Sulsel Gelar Workshop

Gowa, muisulsel.or.id – Fenomena terorisme di media sosial semakin mengkhawatirkan karena platform ini digunakan untuk menyebarkan propaganda, merekrut anggota, dan merencanakan aksi teror.

Kelompok teroris kini memanfaatkan media sosial untuk membentuk “echo chamber” di mana ide-ide radikal diperkuat, dan untuk menyasar individu yang rentan terhadap pesan mereka.

Menyikapi hal ini FKPT Sulsel gandeng tokoh pemuda lintas agama lakukan workshop

Workshop dengan tema” Rembuk Merah Putih’ berlangsung di Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar pada Kamis 24 Juli 2025.

Kegiatan dikuti 100 peserta diawali dengan doa dan sambutan.

Suaib Tahir mewakili BNPT dalam sambutannya mengajak kepada peserta terus mewaspadai ancaman teroris.

Meskipun teroris di Indonesia sudah tidak ada namun ia menilai gerakan teroris atau propaganda di dunia maya masi terus terjadi.

“Hampir setiap Minggu kami menemukan puluhan konten tentang teroris di dunia maya,

“Rata-rata konten tersebut mengarah kepada teroris.Sekitar 200 konten per bulan ditemukan tentang jaringan teroris di dunia maya.Masi banyak juga dai atau pencerahan yang Masi berbicara tentang khilafah,”.

Lanjutnya sala satu cara untuk melawan faham terorisme adalah menyebarkan konten atau narasi untuk melawan radikal.”Di BNPT kami skrng sedang memproduksi konten intuk melawan radikal,” ungkapnya.

Bagaimana mengaktifkan gerenasi untuk berkontribusi untuk ikut menyebarkan narasi2 damai untuk mengcaunter paham teroris di media sosial.

Mewakili FKPT Sulsel sekaligus mewakili Kesbangpol Sulsel Ilham Surono berharap peserta bisa menjadi agen perubahan ditengah masyarakat.Ia mengatakan bahwa alasan mengundang anak mudah milenial karena ingin bersama untuk berkontribusi dalam mengcaunter berita dan konten teroris di media sosial.

Lanjutnya Ia juga berharap kehadiran mahasiswa sangat dibutuhkan di lingkungan kampus untuk bagaimana bisa ikut mencegah penyebaran faham teroris.Kegiatan diikuti oleh 100 tokoh muda umat beragama dan aliansi jurnalis.

Sementara acara dilanjutkan dengan ulasan pemateri moderasi dan media oleh Dr Saprillah dan Willy Pramudya.

Turut hadir perwakilan tokoh muda Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan dan tim media.

 

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.