Chamdar Nur, Lc,.SH,. S.Pd. I,.M. Pd. (Anggota MUI Sul-Sel Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional)
Makassar,muisulsel.or.id – Hidup sehat adalah anugerah besar dari Allah ta‘ala. Namun sayangnya, banyak manusia baru merasakan nilainya ketika kesehatan itu pergi. Padahal, keadaan yang paling sempurna bagi seorang mukmin sebelum sakit adalah ia senantiasa berada di atas ketaatan kepada Allah, istiqamah menjalankan perintahNya, menjauh dari kezhaliman terhadap sesama, serta pandai memanfaatkan nikmat sehat yang Allah ta’ala karuniakan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memberi bimbingan yang agung agar kita tidak menyia-nyiakan waktu sehat sebelum datang masa sakit. Dalam hadis sahih beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda
اغتَنِمْ خمسًا قبل خمس: حياتَك قبل موتِك، وصحتَك قبل سَقَمِك، وفراغَك قبل شُغلِك، وشبابَك قبل هَرَمِك، وغِناك قبل فقرك
Artinya: “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, masa mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum fakirmu.” (HR. Hakim).
Hadis ini adalah alarm peringatan bagi setiap hati yang lalai. Karena kelak, Allah ta’ala akan menanyakan nikmat kesehatan di hari kiamat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
أوَّلُ ما يُحاسَبُ به العبدُ يومَ القيامةِ أن يُقالَ له: ألم أُصِحَّ جِسمَك، وأُرْوِك من الماءِ البارِدِ؟
Artinya: “Yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah dikatakan kepadanya: Bukankah Aku telah menyehatkan tubuhmu dan memberimu minum dengan air yang sejuk?” (HR. Ibn Hibban).

Betapa berharganya kesehatan hingga para ulama dahulu berkata dalam sebuah pepatah Arab
الصِّحَّةُ تَاجٌ عَلَى رُءُوسِ الأَصِحَّاءِ لاَ يَرَاهُ إِلَّا الْمَرْضَى
Artinya: “Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat, yang tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.”
Di antara hal yang sangat ditekankan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada umatnya adalah memperbanyak doa memohon al-afiyah (keselamatan, kesehatan, perlindungan) di dunia dan akhirat.
Dari Abbas bin Abdil Muttalib radhiallahu anhu, ia berkata
قلتُ: يا رسولَ اللهِ، علِّمْني شيئًا أسألُه اللهَ عزَّ وجلَّ، قال: سَلِ اللهَ العافيةَ. فمكثتُ أيامًا، ثم جئتُ فقلتُ: يا رسولَ اللهِ، علِّمْني شيئًا أسألُه اللهَ، فقال لي: يا عباسُ، يا عمَّ رسولَ اللهِ، سَلِ اللهَ العافيةَ في الدنيا والآخرةِ
Artinya: “Aku berkata: Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku minta kepada Allah Azza wa Jalla. Beliau bersabda: Mintalah keselamatan (al-afiyah) kepada Allah. Beberapa hari kemudian aku datang kembali dan berkata: Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku minta kepada Allah. Maka beliau bersabda kepadaku: Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah, mintalah keselamatan (al-afiyah) kepada Allah di dunia dan akhirat.” (HR. Tirmizi).
Betapa agungnya doa ini, sampai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengulanginya dua kali dalam momen berbeda. Seakan ingin menegaskan, tidak ada nikmat yang lebih utama untuk diminta kepada Allah ta’ala selain al-afiyah.
Bahkan Ibnu Umar radhiallahu anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan doa yang penuh makna ini setiap kali pagi dan sore
اللَّهُمَّ إنِّي أسألُكَ العافيةَ في دِيني ودُنيايَ وأهلي ومالي، اللَّهُمَّ استُر عوراتي، وآمِن رَوعاتي، واحفَظني من بين يديَّ ومن خلفي، وعن يميني وعن شمالي، ومن فوقي، وأعوذُ بعظمتِكَ أن أُغتالَ من تحتي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah aib-aibku, tenangkanlah rasa takutku, jagalah aku dari arah depanku, dari arah belakangku, dari kananku, dari kiriku, dan dari atasku. Dan aku berlindung dengan keagunganMu agar aku tidak dibinasakan dari bawahku.” (HR. an-Nasai).
Maka, inilah bekal terbaik kita sebelum sakit datang, hidup dalam ketaatan, syukur atas nikmat sehat, serta doa yang tulus terus menerus memohon al-afiyah. Jangan tunggu sakit baru kita sadar, karena waktu sehat adalah waktu emas yang tidak kembali.
اللَّهُمَّ اجعلنا من عبادك الشاكرين لنعمك، المستعملين لصحتهم في طاعتك، ولا تجعلنا من الغافلين عن ذكرك، وامنحنا العافية في الدنيا والآخرة.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hambaMu yang pandai bersyukur atas nikmatMu, yang menggunakan kesehatan untuk taat kepadaMu, jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai dari mengingatMu, dan karuniakanlah kepada kami keselamatan di dunia dan akhirat.”
Aamiin..
Irfan Suba Raya
